SIBOLGA, METRODAILY – Keuskupan Sibolga kembali menorehkan sejarah dengan menahbiskan empat pastor baru dalam upacara tahbisan suci yang berlangsung di Gereja Katolik Kristus Raja Semesta Alam Sarudik - Paroki Katedral St. Theresia Lisieux Sibolga, Jumat (31/1/25).
Upacara ini dipimpin langsung oleh Uskup Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga.
Keempat diakon yang resmi ditahbiskan menjadi imam tersebut terdiri dari tiga imam diosesan dan satu imam Kapusin, yaitu:
-
RD Georgius Segunar Padel Seda (Paroki Stella Maris Danga, Keuskupan Agung Ende)
-
RD Blasius Toni Lahagu (Kuasi Paroki Santu Gabriel Malaikat Agung Tapian Nauli, Keuskupan Sibolga)
-
RD Jonatan Benediktus Samosir (Paroki Santo Paulus Onan Runggu, Keuskupan Agung Medan)
-
RP Theo Silfanus Harefa, OFMCap. (Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Teluk Dalam, Keuskupan Sibolga)
Upacara tahbisan ini dihadiri oleh para imam dari berbagai keuskupan, para suster, bruder, serta ribuan umat Katolik yang datang dari berbagai paroki di Keuskupan Sibolga dan Keuskupan Agung Medan.
Hadir pula tokoh-tokoh gerejawi, termasuk Vikjend RP Gregorius Fau, OFMCap, Vikep RP Ignasius Purwosuranto, OSC, serta Sekjen Keuskupan Sibolga RD Blasius S. Yesse.
Dalam khotbahnya, Mgr Fransiskus menegaskan bahwa tahbisan ini merupakan jawaban atas kebutuhan besar akan tenaga pastoral di Keuskupan Sibolga. Saat ini, keuskupan tersebut memiliki lebih dari 260 ribu umat Katolik, namun masih banyak stasi yang belum bisa merayakan misa secara rutin karena keterbatasan jumlah imam.
"Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Oleh karena itu, mintalah kepada Tuan pemilik ladang agar mengirim pekerja-pekerja-Nya. Tetapi bukan sekadar jumlah, melainkan pekerja yang tulus dan handal, yang benar-benar dipilih oleh Allah," ujar Mgr Fransiskus.
Ia juga mengingatkan para imam baru agar siap melayani di mana pun mereka ditempatkan, menjaga kesucian hidup, serta mencintai umat dengan ketulusan hati.
"Kalian harus siap diutus bekerja di ladang Tuhan. Jangan takut, Tuhan akan memperlengkapi kalian jika kalian tulus dan setia dalam iman dan imamat kalian," pesannya.
Liturgi tahbisan diawali dengan penegasan janji kesediaan para diakon untuk menerima tahbisan imamat. Mereka kemudian melakukan prosesi tengkurap di depan altar sebagai tanda penyerahan diri kepada Tuhan. Setelah itu, Uskup bersama seluruh umat mendoakan mereka agar dicurahi Roh Kudus.
Prosesi dilanjutkan dengan pengurapan tangan para tertahbis menggunakan minyak krisma oleh Uskup, serta penyerahan perlengkapan misa, seperti piala, roti, dan anggur sebagai simbol tugas pastoral mereka.
Setelah resmi ditahbiskan, keempat pastor baru pertama-tama memberikan berkat kepada kedua orang tua mereka sebelum memberikan komuni kepada mereka sebagai tanda penghormatan dan syukur.
Penugasan Para Imam Baru
Pada akhir misa tahbisan, Sekjen Keuskupan Sibolga RD Blasius Yesse membacakan surat keputusan Uskup mengenai tugas pastoral para imam baru:
-
RD Georgius Segunar Padel Seda: Paroki Santo Hilarius Tarutung Bolak sebagai Pastor Vikaris Parokial.
-
RD Blasius Toni Lahagu: Paroki Santo Fidelis Pulau-Pulau Tello sebagai Pastor Vikaris Parokial.
-
RD Jonatan Benediktus Samosir: Paroki Santa Maria Bunda Allah Padangsidimpuan sebagai Pastor Vikaris Parokial.
-
RP Theo Silfanus Harefa, OFMCap.: Paroki Santo Matias Amandraya-Nias sebagai Pastor Vikaris Parokial.
Setelah misa pentahbisan, acara berlanjut dengan ramah tamah di halaman gereja, di mana ucapan selamat dan doa diberikan kepada para pastor baru. Hadir dalam acara ini berbagai tokoh, termasuk Pembimas Katolik Sumut, Marihuttua Pasaribu, S.Ag, M.Si, serta perwakilan dari Bimas Katolik Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Dalam penutupannya, Mgr Fransiskus menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam suksesnya tahbisan ini, termasuk panitia yang dipimpin oleh RD Simeon Yulianus Pidang, Pastor Paroki Katedral Sibolga.
Upacara ini menandai awal perjalanan pastoral baru bagi para imam yang telah ditahbiskan, membawa harapan baru bagi umat Katolik di Keuskupan Sibolga. (dh)
Editor : Editor Satu