Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bupati dan Wakil Bupati Asahan Tekankan Pembangunan Irigasi dalam Rakor Pangan

Edi Saragih • Senin, 27 Januari 2025 | 21:44 WIB
Bupati Asahan H. Surya, BSc bersama Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pangan.
Bupati Asahan H. Surya, BSc bersama Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pangan.

ASAHAN, METRODAILY – Bupati Asahan H. Surya, BSc bersama Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pangan Provinsi Sumatera Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan.

Rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Zulkifli Hasan, tersebut turut dihadiri sejumlah menteri terkait, jajaran Forkopimda Sumut, serta kepala daerah se-Sumatera Utara.

Dalam rapat yang bertujuan membahas isu strategis ketahanan pangan ini, Bupati Asahan menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat dapat melanjutkan pembangunan irigasi Bendungan Sungai Bunut yang sempat terhenti.

Menurutnya, proyek tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Asahan dengan mengaliri lebih dari 6.000 hektare sawah.

"Kami berharap pembangunan saluran irigasi ini dapat diteruskan. Saat ini, air dari bendungan belum bisa mengalir ke area persawahan karena jalur irigasi belum selesai," ujar Surya dalam keterangan persnya kepada wartawan, Kamis (23/1).

Pj. Gubernur Sumatera Utara, Dr. Agus Fatoni, dalam sambutannya memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian di Sumut. Beberapa kendala utama meliputi distribusi pupuk, kurangnya tenaga penyuluh pertanian, dan indeks kinerja sistem irigasi (IKSI) yang masih perlu ditingkatkan.
Fatoni menjelaskan bahwa Sumut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

“Sistem irigasi perlu perbaikan, begitu juga distribusi pupuk yang masih terkendala oleh waktu pengiriman, sistem digitalisasi, dan administrasi yang sulit diakses petani. Selain itu, kekurangan penyuluh sebanyak 3.142 orang juga menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Ia menambahkan, target tanam padi di Sumut untuk tahun 2025 mencapai 1.465.944 hektare, dengan kebutuhan benih unggul bersertifikat sebesar 20.365,9 ton untuk lahan reguler dan 16.282,6 ton untuk lahan kering. Penguatan kelembagaan penangkar benih dan fasilitas lantai jemur juga dinilai mendesak.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Zulkifli Hasan, memberikan jaminan bahwa masalah irigasi akan menjadi prioritas.

“Beberapa proyek irigasi akan selesai Oktober tahun ini, dan sisanya diselesaikan tahun depan. Untuk distribusi pupuk, rantai distribusi sudah dipangkas agar langsung menjangkau petani melalui pengecer,” ungkap Zulkifli. (Per)

 

Editor : Metro-Esa
#ketahanan pangan #asahan