PACS Gelar Syukuran Tahun Baru 2025, 6 Profesor Berkumpul

Edi Saragih • Dipublikasikan Sabtu, 18 Januari 2025 | 07:16 WIB

Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun dalam acara syukuran tahun baru 2025.
Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun dalam acara syukuran tahun baru 2025.


SIANTAR, METRODAILY - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemangku Adat dan Cendikiawan Simalungun (PACS) menggelar acara syukuran tahun baru bertempat di Conventional Hall Lantai I Siantar Hotel Kota Pematangsiantar, Jumat (17/1/2025).

Kegiatan syukuran tahun baru 2025 itu dihadiri para anggota organisasi pemangku adat Simalungun dan Bankom Raya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PACS Dr Med Sarmedi Purba, mengatakan tadinya dirinya ingin mempersatukan PMS (Partuha Maujana Simalungun) yang sebelumnya terbelah menjadi dua kubu. Dirinya pun menganjurkan untuk bersatu dan saling mendukung tapi gagal.

"Saya mencoba menyatukan kedua belah pihak PMS tapi gagal. Untuk itulah kehadiran PACS disini kantor DPP nya ada di Kota Pematangsiantar," kata Sarmedi yang sudah berusia 86 tahun ini.

Menurut Sarmedi, semua organisasi yang didirikan tujuannya sama untuk mendukung satu sama lainnya.

"Tentunya kami dari PACS juga mendorong semua organisasi Simalungun untuk saling mendukung demi kebaikan dan kemajuan budaya Simalungun,' katanya.

Sarmedi menerangkan, fokus mengenai program PACS tahun 2025 ini akan memperjuangkan Raja Rondahaim Saragih sebagai pahlawan nasional.

"Ini kita perjuangkan untuk diusulkan pahlawan nasional dari Simalungun," ungkapnya.

Fokus yang kedua, lanjut dia mengenai adat Simalungun harus terus dilestarikan dan dibudayakan sampai ke manca negara.

"Jangan sampai budaya adat Simalungun berubah atau 'lari' dari sebelumnya. Saya minta ke enam orang putra-putri terbaik baru menyandang gelar profesor yang hadir tadi, supaya bisa membuat karya ilmiah soal adat menjadi pegangan kita masyarakat Simalungun," pintanya.

Masih sambung Sarmedi kembali menegaskan, mengenai tanah adat di Simalungun tidak ada.

"Ini terus saya tekankan dan sampaikan bahwa tanah adat tidak ada di Simalungun. Semuanya disini (Simalungun) dulu-dulunya tanah kerajaan," terang Sarmedi yang berprofesi dokter tersebut.

Sementara itu, ketua panitia Rohdian Purba, menyampaikan terimakasih atas kehadiran semua hingga kita bisa melaksanakan acara tahun baru 2025 bersama pemangku adat di Simalungun.

"Saya sangat bangga walau mengundang lewat pesan WA, tapi bapak/ibu semua berkenan hadir pada acara syukuran tahun baru," ucapnya.

Harapan dia, acara syukuran ini dapat meningkatkan silaturahmi kita biar lebih bisa bersatu dan lebih melestarikan budaya Simalungun.

"Dari panitia mengucap syukur karena yang diundang semua datang. Termasuk enam orang bergelar profesor kelahiran dan besar di Simalungun semuanya bisa hadir disini. Ini cukup luar biasa dan menunjukkan kekompakan kita bersama," tukasnya.

Pada acara syukuran tahun baru 2025 tersebut, pengurus DPP PACS memberikan hiou dan beras tanda penghormatan kepada enam orang putra-putri terbaik asal Simalungun yang berhasil menyandang gelar profesor.

Adapun keenam gelar profesor tersebut diantaranya Hisarma Saragih, Rosenta Purba, Erikson Saragih, Ulung Napitu, Anita Purba, dan Ridwan Purba.

Acara diisi dengan makan bersama dan manortor bersama.

Turut hadir organisasi lain PMS, IKEIS, HIMAPSI, Bankom RAYA, dan para undangan.(ros)

 

 

Editor : Metro-Esa
Pemangku adat simalungun profesor