Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kisah Heroik dari Dairi: Ayah Tewas Lindungi Anaknya dari Sengatan Lebah

Editor Satu • Rabu, 15 Januari 2025 | 08:00 WIB
Jauli Nadapdap tewas akibat sengatan kerumunan lebah, Senin (13/1).
Jauli Nadapdap tewas akibat sengatan kerumunan lebah, Senin (13/1).

SIDIKALANG, METRODAILY – Kisah tragis sekaligus heroik datang dari Desa Soban, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi. Jauli Nadapdap (44) meninggal dunia setelah disengat ribuan lebah berbisa saat berusaha melindungi putranya, Lamtama Nadapdap (12), Senin (13/1/2025).

Menurut Kepala Desa Soban, Herlan Pardamean Nainggolan, insiden bermula ketika Jauli dan Lamtama pulang dari ladang setelah menjaga pohon durian. Dalam perjalanan pulang, kawanan lebah—yang dikenal dalam bahasa Batak sebagai Harinuan—tiba-tiba menyerang.

“Lamtama yang pertama diserang. Melihat anaknya dalam bahaya, Jauli segera menyuruh Lamtama berlari untuk menyelamatkan diri,” ujar Herlan, Selasa (14/1/2025).

Jauli kemudian berusaha mengalihkan perhatian lebah dari anaknya, memberikan waktu bagi Lamtama untuk melarikan diri. Lamtama berhasil mencapai rumah meski tubuhnya bengkak akibat sengatan lebah.

“Lamtama tiba di rumah dengan kondisi lelah, merintih kesakitan, dan tanpa busana. Ia mengibas-ngibaskan baju untuk mengusir lebah,” lanjut Herlan.

Jauli sendiri tiba di rumah dalam kondisi lemah akibat sengatan lebah yang tak terhitung jumlahnya. Keluarga dan warga setempat berusaha memberikan pertolongan darurat dengan mencabut sengatan lebah dari tubuhnya.

Namun, tubuh Jauli tidak mampu bertahan dari racun yang sudah menyebar. “Setelah meminta izin untuk beristirahat, tak lama kemudian ia wafat,” kata Herlan dengan nada berduka.

Herlan menjelaskan bahwa kawanan lebah tersebut menyerang setelah sarangnya dirusak oleh seekor elang putih yang terbang rendah di sekitar lokasi. Serangan semacam ini sering terjadi apabila habitat lebah terganggu, menyebabkan mereka menjadi agresif terhadap manusia di sekitarnya.

“Ini adalah tragedi yang mengingatkan kita akan bahaya yang masih mengintai dari alam, terutama di daerah pedesaan,” tambah Herlan.

Jauli meninggalkan istri dan empat anak, termasuk Lamtama yang masih dalam masa pemulihan dari luka-luka akibat sengatan lebah. Desa Soban kini diliputi suasana duka mendalam atas kehilangan seorang ayah yang rela mengorbankan nyawanya demi melindungi anaknya.

“Kami semua merasa kehilangan. Jauli adalah sosok pekerja keras dan penyayang keluarga,” ujar salah satu warga.

Tragedi ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap ancaman alam, seperti serangan lebah yang bisa terjadi kapan saja. Warga dihimbau untuk segera melaporkan keberadaan sarang lebah yang berpotensi berbahaya agar dapat ditangani oleh pihak yang berwenang. (net)

Editor : Editor Satu
#tewas disengat lebah #kisah heroik