ASAHAN, METRODAILY – Penanganan longsor di jalan penghubung Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, terus dilakukan. Beberapa titik longsor yang terjadi pada Rabu (8/1/2025) menyebabkan jalan tersebut terputus.
Dua titik longsor yang mengancam akses utama antara Desa Perkebunan Aek Tarum dan Desa Aek Nagali kini tengah dalam tahap perbaikan. Longsor terjadi di Dusun 6 dan Dusun 10 Desa Perkebunan Aek Tarum, mengganggu kelancaran transportasi warga.
Camat Bandar Pulau, Samsul, mengungkapkan bahwa saat ini proses perbaikan jalan sedang berlangsung. Pengerjaan dilakukan dengan mengeruk tanah dari bukit-bukit di sekitar Kecamatan Bandar Pulau untuk menimbun jalan yang tergerus longsor. "Sekarang, sekitar 75 persen pekerjaan sudah selesai, dan kami targetkan dua hari ke depan jalan ini sudah bisa dilalui kembali," ujar Samsul, Selasa (14/1/2025).
Menurut Samsul, pengerjaan dimulai dengan penanganan longsor di Dusun 6, sementara longsor di Dusun 10 baru ditangani setelah koordinasi dengan pihak terkait. "Longsor di Dusun 10 sebenarnya terjadi lebih dulu, namun baru dilaporkan belakangan," tambahnya.
Samsul juga menjelaskan bahwa untuk mencegah longsor susulan, pengerjaan dilakukan dengan cara yang cukup unik. "Kami menggunakan batang kelapa sebagai dinding penahan di beberapa titik. Selain itu, tanah yang dikeruk akan ditimbun kembali, dan kami juga berencana membuat saluran air agar genangan tidak menyebabkan longsor lagi," jelas Samsul.
Sementara itu, Sudirman Marpaung, salah satu tokoh masyarakat setempat, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal proyek perbaikan jalan ini. "Kami akan terus memantau progres pembangunan jalan ini. Kami ingin agar prosesnya cepat selesai dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lancar," tegas Sudirman.
Masyarakat berharap agar jalan penghubung tersebut segera selesai, sehingga mobilitas warga kembali normal dan tidak ada lagi kendala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. (net)
Editor : Editor Satu