Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bantuan Bedah Rumah Warga, Pangulu Jawa Baru Minta Uang Terima Kasih

Leo Sihotang • Selasa, 14 Januari 2025 | 18:00 WIB
Surat pernyataan warga.
Surat pernyataan warga.

SIMALUNGUN, METRODAILY- Pangulu (Kepala Desa) Nagori Jawa Baru, Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun, meminta uang terima kasih dan surat keterangan tanah (SKT) kepada warga yang memperoleh bantuan bedah rumah.

Warga penerima bantuan Mangiring Tua Tamba mengatakan, pangulu meminta uang terima kasih kepada warga sebanyak Rp300 ribu yang pertama dan kedua juga Rp300 ribu sehingga total Rp600 ribu dan uang SKT diminta Rp700 ribu. Dan, dengan berat hati warga penerima bantuan tetap memberikan dan tidak tahu kepada siapa melaporkan.

“Seharusnya kepala Desa tersebut janganlah membebani penerima bantuan bedah rumah agar warga bisa menanggung tambahan biaya bedah rumah tersebut. Kita meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun turun untuk memastikan segala berkas dan permintaan uang kepada kami warga ini,” ucapnya.

DPC LSM Somasi Berando Nadeak, Selasa (14/1/2025) mengatakan, warga Nagori Jawa Baru melaporkan kepada mereka atas perlakuan pangulu Nagori Jawa Baru yang meminta uang terima kasih dan surat keterangan tanah kepada penerima bantuan bedah rumah.

“Kita turun ke Kantor Camat Huta Bayu Raja mengkonfirmasi atas peristiwa yang kami terima. Camat katakan, tidak ketahui apa ada kades terima atau minta uang terima kasih dan surat keterangan tanah kepada warga. Camat juga menyampaikan tidak ada minta uang dari kades ataupun dari warga. Kita meminta kepada kepala desa supaya secepatnya membuat kebenaran informasi yang beredar di Nagori nya,” sebutnya.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Desa Nagori Jawa Baru Novita Simajuntak membenarkan hal tersebut. “Memang benar di sini, saya meminta uang terima kasih dan surat keterangan tanah yang warga terima bantuan bedah rumah. Kita memohon kepada awak media untuk meredam informasi yang belum akurat atau jelas agar pemerintah dan warga tidak salah tangkap atas informasi tersebut,” kata kades. (nsi)

Editor : Leo Sihotang