ASAHAN, METRODAILY - Proses pembangunan jembatan gantung Marhasing Desa Huta Padang Asahan, menelan korban jiwa.
Satu orang warga meninggal dunia akibat terjatuh dari jembatan marhansing yang memiliki kedalaman jurang 80 meter. Korban mengalami patah tulang disekujur tubuh akibat terjatuh dari jembatan yang sedang dalam perbaikan, Selasa (7/1/2025) sekira pukul 17.30 Wib.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Sahrum Sinurat (34), warga Dusun VI Kampung Lumban Baringin Desa Huta Padang Kecamatan BP Mandoge Asahan. Dia terjatuh dari jembatan itu dari ketinggian 80 meter, dan korban baru berhasil dievakuasi pada pukul 23.35 Wib di hari yang sama.
Parahnya, dalam peristiwa ini terjadi, posisi pekerja jembatan sedang berkerja di lokasi tersebut. Sementara papan larangan atau himbauan dilarang melintas jembatan dalam perbaikan tidak terlihat.
"Dari kejadian semalam kita tidak ada melihat papan imbauan atau penutupan jembatan," kata JL Sitorus, salah satu kadus di desa tersebut.
"Jika ada larangan atau penutupan dilarang melewati jembatan mungkin peristiwa naas yang menimpa Syahrum tidak akan terjadi. Namun peristiwa itu sudah terjadi mau gimana lagi," ujar Sekcam BP Mandoge Hendi kepada wartawan, Rabu (8/1).
Terkait peristiwa ini, Kapolsek Kecamatan BP Mandoge AKP R Sipayung ketika ditemui diruang kerjanya sedang tidak berada ditempat.
"Bapak di lapangan Bang, mungkin sore baru kembali,"kata salah satu personil Polsek Kecamatan BP Mandoge.
Di lokasi kejadian Dusun IV Desa Huta Padang, para pekerja saat dikonfirmasi pada diam, ditanya nama PT/CV dan proyek dikerjakan siapa.
"Kita hanya pekerja bang tentang itu kami tidak tahu. Kami juga baru datang dari Medan," kata salah satu pekerja. (Gaf)
Editor : Metro-Esa