Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Madina Ditemukan Tewas di Perairan Situngkus

Editor Satu • Kamis, 2 Januari 2025 | 08:19 WIB
Tim SAR berkoordinasi dengan Kapal SAR Nakula yang bersiaga di dermaga Sibolga untuk mengevakuasi jasad korban.
Tim SAR berkoordinasi dengan Kapal SAR Nakula yang bersiaga di dermaga Sibolga untuk mengevakuasi jasad korban.

MADINA, METRODAILY – Setelah tiga hari pencarian, seorang nelayan asal Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, M Ridho (25), ditemukan tewas mengapung sejauh 25 mil laut dari lokasi ia terjatuh.

Korban dilaporkan hilang saat perahunya oleng di sekitar Pulau Ilik, Desa Batu Mundom, Kecamatan Muara Batang Gadis, pada Minggu malam (29/12/2024).

Kepala Kantor Basarnas Medan, Mustari, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika Ridho bersama rekannya sedang mencari ikan.

Saat mencoba menguras air dari dalam perahu mesin yang digunakannya, perahu tersebut kehilangan keseimbangan, menyebabkan korban jatuh ke laut.

"Perahu oleng ketika korban menguras air, dan ia langsung terjatuh ke laut. Rekannya sudah mencoba menolong, tapi tidak berhasil," ujar Mustari, Rabu (1/1/2025).

Ditemukan di Perairan Sibolga

Setelah kejadian, pencarian intensif dilakukan oleh tim SAR bersama nelayan setempat. Korban akhirnya ditemukan mengapung di perairan Pulau Situngkus, Kota Sibolga, sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu sore. Lokasi penemuan berada sekitar 25 mil laut dari tempat korban terjatuh.

"Jasad korban ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut di sekitar Pulau Situngkus. Setelah menerima informasi, tim SAR langsung menuju lokasi untuk memastikan identitas korban," kata Mustari.

Tim SAR berkoordinasi dengan Kapal SAR Nakula yang bersiaga di dermaga Sibolga untuk mengevakuasi jasad korban. Identitas Ridho kemudian dikonfirmasi oleh pihak keluarga.

"Setelah diidentifikasi, keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah korban yang hilang," tambah Mustari.

Korban kemudian dievakuasi ke dermaga Pelabuhan Sibolga sebelum diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Mustari mengimbau nelayan agar selalu berhati-hati saat melaut, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. "Kita terus mengingatkan pentingnya menggunakan alat keselamatan seperti jaket pelampung saat melaut untuk meminimalkan risiko," ujarnya. (Net)

 

Editor : Editor Satu
#nelayan hilang