Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Barusjahe, Bersih dari Pekat, Salah Satu Desa Inspiratif

Leo Sihotang • Rabu, 18 Desember 2024 | 13:36 WIB
Warga Desa Barusjahe sedang menagkap ikan. (Metrodaily/Monal Ginting)
Warga Desa Barusjahe sedang menagkap ikan. (Metrodaily/Monal Ginting)

KARO, METRODAILY- Desa merupakan ujung tombang pembangunan, maka dari itu Kepala desa tahu bahwa kreativitas adalah kunci untuk membuka potensi desa. Mereka mendorong warga untuk berpikir di luar kebiasaan, menjajaki ide-ide baru, dan berkolaborasi untuk menemukan solusi inovatif bagi tantangan yang dihadapi desa. Akibatnya, lahirlah serangkaian inisiatif inovatif yang membawa transformasi nyata bagi desa.

Desa Barusjahe, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, mulai dikenal di masyarakat luas Kabupaten Karo karena menumbuhkan beberapa inovatif oleh kepala desa dan masyarakatnya. Desa ini mulai menampilkan hal hal yang positif dengan membangkitkan potensi desa serta melestarikan budaya juga prestasi prestasi anak desa serta bersih dari Pekat (Penyakit Masyarakat)

Saat media mengunjungi desa tersebut pada Selasa ( 17/12/2024) sekira pukul 14.00 WIB, menyambangi Polsek Barusjahe mewawancara Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Aiptu Ronald Sembiring.

Ronald mengatakan bahwa Desa Barusjahe bersih dari PEKAT, judi dan narkoba. "Di desa ini tidak ada konflik antar warga, bisa dikatakan desa ini aman dan tertib, warga disini juga sangat menjunjung budaya runggu (musyawarah) dalam menyelesaikan sebuah masalah, jadi saya disini melakukan tugas tudak terlalu di sulitkan," ujarnya.

Usai meninjau Polsek, awak media pun menyempatkan menyambangi kantor Camat Barusjahe, terlihat kantor Camat pun cukup bersih dan tertata ditambah ada sebuah pohon besar di sisi kanan halamannya disajikan beberapa kursi dari kayu yang membuat awak media dan salah satu staf kantor camat santai berbincang di bawah pohon.

Ketika ditanya kenapa dulunya kantor camat dibangun di Desa Barusjahe, Ginting menyampaikan, bahwa dirinya kurang mengetahui sejarahnya. "Mungkin karena dulunya disini ada kediaman Sibayak Barusjahe," ucapnya sambil menunjuk Peninggalan Sibayak barusjahe yang terletak di seberang kantor Camat.

Kepala Desa Barus Jahe, Daut Tarigan saat dikonfirmasi tentang desa di bawah kepemimpinannya, di salah satu warung , sekira pukul 17.30 WIB mengatakan, di desa itu setiap tahunnya pemdes dan masyarakat melakukan kegiatan ndurung massal. Ndurung merupakan salah satu budaya warisan nenek moyang untuk menangkap ikan di kolam yang sudah ditaburi ikannya menggunakan jala kecil yang dinamakan durung.

"Selain itu ada beberapa hal positif lainnya untuk memberi motivasi kepada pelajar dan mahasiswa kita memberikan tali asih kepada siswa dan mahsiswa yang memenuhi kriteria nilai terbaik, dananya saya tidak mengambil dari dana desa," ujarnya.

Dia menambahkan, desa ini juga merupakan salah satu desa terbersih dan terang karena lampu jalan di desa ini sudah dipasang di setiap jalan desa dan gang-gang . "Coba lah berkeliling desa nanti di malam hari, Abang akan merasakan seperti berjalan di sebuah kota karena penerangan lampu jalan kita," ucapnya.

Kades yang merupakan lulusan UNPAD ( Universitas Padjadjaran) ini, menyatakan ingin memberi yang terbaik ke desa ini di saat masyarakat sudah memberikan amanah kepadanya. "Saya lulusan UNPAD jurusan Peternakan, saya ingin membetikan terbaik kepda masyarakat dalam pelayanan dan tugas saya. Desa ini juga kemarin sudah mendapat penghargaan dari Modramen menjadi salah satu desa Insfiratif, karena administrasi desa, seperti KTP dan lainnya sudah seratus persen bisa kita selesaikan, penggunaan dana desa secara transfaran, ada penebangan kayu secara liar saya dan beberapa warga langsung menghentikannya, di dalam buku, kepala desa insfiratif. Saya juga menjadi salah satu tokoh dalam buku tersebut dan ada beberapa penghargaan lainnya," ujarnya.


Intinya, dia ingin melayani masyarakat dan memberi yang terbaik ke desa tersebut. (mg)

Editor : Leo Sihotang