Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Sumatera Utara Siaga Darurat Bencana

Pran Hasibuan • Kamis, 28 November 2024 | 19:48 WIB
Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho didampingi Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni dan Kabid IKP Diskominfo Sumut, Harvina Zuhra dalam temu pers, Kamis.
Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho didampingi Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni dan Kabid IKP Diskominfo Sumut, Harvina Zuhra dalam temu pers, Kamis.

MEDAN, METRODAILY — Provinsi Sumatera Utara dalam waktu dekat menetapkan status siaga darurat bencana, mengingat masifnya peristiwa banjir dan longsor yang menerpa wilayah ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mengaku sudah mengusulkan status siaga darurat di Provinsi Sumut kepada Pj Gubernur, Agus Fatoni.

"Sudah direspon dan sedang ditandatangani oleh pak Pj gubernur. Intinya Sumut siaga darurat menghadapi musim hujan ini. Mengenai langkah antisipasi juga akan ada SK komando masing-masing instansi, agar tahu berbuat apa sesuai tupoksinya," kata Kepala BPBD Sumut, Tuahta Saragih melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik, Sri Wahyuni Pancasilawati.

Hal ini disampaikannya menjawab wartawan usai ekspos yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut di Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro No.30, Medan, Kamis siang (28/11).

Wanita yang akrab disapa Yuyun ini menghimbau masyarakat Sumut jangan dulu melakukan perjalanan terutama pada wilayah-wilayah destinasi wisata yang rawan terjadi bencana.

"Yang jelas wisata air kalau bisa dihindari. Sebab kita tidak tahu kapan bencana akan terjadi. Jika berlibur di wilayah pegunungan waspada dengan suara bunyi-bunyian. Namun kalau bisa dihindari dulu wisata air dan di pengunungan," katanya.

Pengelola wisata juga dihimbau jangan dulu membuka lokasi usahanya pada periode musim penghujan ini, terutama yang berada di titik-titik rawan longsor.

"Tetap ada (himbauan) melalui pemerintah kabupaten/kota setempat, dan kami sudah sosialisasikan ke masing-masing pemkab/pemko agar menyampaikan hal tersebut ke pihak pengelola," ujarnya didampingi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, dan Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Sumut, Harvina Zuhra.

Pihaknya memastikan bantuan terhadap para korban bencana akan disalurkan pemerintah sesuai kebutuhan dari masyarakat yang terdampak. Sebagaimana diketahui bahwa sejauh ini banjir dan longsor telah menerjang beberapa wilayah di Sumut seperti Padang Lawas, Deli Serdang, Karo, dan Kota Medan. Berdasarkan data BPBD Sumut, dari peristiwa bencana alam yang terjadi itu sudah memakan korban jiwa sebanyak 31 orang.

Ihwal surat keputusan (SK) Siaga Darurat Bencana ini sebelumnya dihimbau Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho.
Ia meminta Pemprovsu melalui BPBD untuk berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG terkait Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC di Provinsi Sumut.

"Lewat OMC ini nantinya penanganan bencana dapat dibantu lewat anggaran BNPB dan sebagainya dari pusat. Hal ini juga dapat kita manfaatkan dengan baik untuk memudarkan awan-awan yang masif di Sumut," katanya.

Dipandu moderator diskusi Harvina Zuhra, Hendro Nugroho mengungkap bahwa curah hujan di Provinsi Sumut akan terus terjadi hingga 4 Desember 2024, mulai dari intensitas ringan, sedang sampai tinggi.

“Wilayah Sumatera Utara untuk seminggu ke depan (27 November - 4 Desember 2024) diprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada sore, malam, hingga dini hari," katanya didampingi Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati dan

Ia menguraikan, potensi banjir dan longsor periode November sampai Desember 2024 akan terjadi dalam kategori rendah hingga menengah di pantai timur, lereng timur, pegunungan, lereng barat hingga pantai barat Sumut.

"Pola cuaca untuk seminggu ke depan kami perkirakan akan tetap sama seperti kondisi sekarang terutama untuk wilayah Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Karo, Kota Binjai, Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat, Simalungun, Asahan, Serdang Bedagai, Kabupaten Nias, Nias Barat, Humbang Hasundutan, Kota Medan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Toba, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Samosir, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Dairi, Tebing Tinggi, dan Kota Gunung Sitoli," paparnya.

Ia pun mengungkap soal potensi gelombang tinggi yang akan terjadi selama periode November - Desember. Bahwa dengan ketinggian mencapai empat meter berpeluang terjadi di perairan Samudera Hindia Barat, Kepulauan Nias. Ketinggian mencapai 3,5 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Barat, Aceh, dan ketinggian mencapai 2,5 meter berpeluang tejadi di Perairan Kepulauan Nias-Sibolga.

"Sekali lagi kami perkirakan, sampai 4 Desember mendatang kondisinya tetap sama. Akan menurun tanggal 5 sampai 7 Desember kemudian naik lagi. Tapi turunnya itu pun perlu diwaspadai lantaran tanah-tanah itu sudah jenuh dengan air, kena hujan dikit saja dapat terjadi longsor," pungkasnya.

Berdasarkan prakiraan potensi bencana tersebut, BMKG Wilayah I Medan menghimbau agar Pemprov Sumut menerbitkan SK Siaga Darurat Bencana tersebut. (*)

Editor : Prans Metro
#status siaga bencana #BMKG Wilayah I Medan #Diskominfo Sumut #bencana alam #bpbd sumut