Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

20 Orang Tewas dan 2 Hilang Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Sumut

Editor Satu • Kamis, 28 November 2024 | 08:10 WIB
Longsor yang terjadi di Sibolangit, wilayah Sumut.
Longsor yang terjadi di Sibolangit, wilayah Sumut.

MEDAN, METRODAILY - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut hingga Selasa (26/11/2024), korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi basah di beberapa wilayah di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mencapai 20 orang. 

Demikian dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran persnya. 

Sebaran korban meninggal dunia antara lain, di Kabupaten Karo 10 orang, Deliserdang 4, Padang Lawas 4 dan Tapanuli Selatan 2. Sedangkan 2 warga di Deli Serdang masih dinyatakan hilang oleh tim pencarian dan pertolongan.

"Korban jiwa di beberapa tempat tersebut terjadi setelah adanya hujan lebat," kata Abdul Muhari.

Banjir bandang menerjang Tapanuli Selatan dan Deliserdang, sedangkan tanah longsor di Padang Lawas dan Karo pada Sabtu (23/11) baru lalu..

Ia juga menyampaikan data sementara kerusakan rumah hingga Selasa (26/11/2024) total rumah rusak berat berjumlah 6 unit. Kerusakan tempat tinggal ini diakibatkan banjir bandang di Deliserdang dan tanah longsor di Karo. 

"Peristiwa tersebut juga merusak fasilitas publik, seperti sekolah dan tempat ibadah," ujarnya. 

Masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten yang wilayahnya terdampak bencana masih melakukan pendataan kerugian akibat bencana.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk waspada serta siap siaga terhadap potensi bahaya susulan. Prakiraan cuaca pada hari ini menunjukkan perlunya kewaspadaan terhadap hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Deli Serdang, Karo, Langkat, Padang Lawas, Tapanuli Selatan dan Kota Binjai. (ant)

Editor : Editor Satu
#longsor #Bencana hidrometeorologi #banjir bandang