Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Banjir Bandang Tapsel Hanyutkan 10 Rumah, Ratusan Rusak

Editor Satu • Selasa, 26 November 2024 | 10:40 WIB
Warga bergotongroyong membersihkan material longsor di Tapsel.
Warga bergotongroyong membersihkan material longsor di Tapsel.

TAPSEL, METRODAILY - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara menyatakan banjir bandang yang terjadi di dua kecamatan di wilayah setempat mengakibatkan 10 rumah hanyut.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Tapsel Mashuri mengatakan 10 rumah yang hanyut tersebut berada Desa Sipange Siunjan, Kecamatan Sayurmatinggi.

"Ratusan rumah mengalami dampak dari banjir bandang itu. 10 rumah hanyut di Desa Sipange Siunjam," ujar dia saat dihubungi di Medan, Minggu (24/11).

Dia menjelaskan banjir bandang yang terjadi pada Jumat (22/24) malam itu, juga mengakibatkan ratusan rumah di desa itu mengalami kerusakan.

Di Desa Sipange Siunjam 67 rumah mengalami kerusakan berat dan 65 rumah rusak ringan.

Pihaknya mencatat jumlah korban terdampak banjir bandang yang melanda Desa Sipange Siunjan, Kecamatan Sayurmatinggi itu sekitar 734 orang.

Pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai upaya penanganan bencana, termasuk melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak banjir bandang tersebut.

Pihaknya bersama pemangku kebijakan terkait juga telah mendirikan dua tenda pengungsian dan dapur umum.

Kedua tenda pengungsian yang didirikan tersebut, kata dia, berkapasitas 50 jiwa yang akan dilengkapi perlengkapan yang dibutuhkan.

"Sebagian warga mengungsi di pemukiman yang tidak terdampak. Kita masih mendata jumlah pengungsinya," kata dia.

Sebelumnya, dia menyebut peristiwa naas tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta 35 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Logistik Pilkada Simalungun Dikirim ke 32 Kecamatan

Mashuri mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar lokasi rawan longsor dan banjir, meningkatkan kewaspadaan dini.

"Kami mengimbau masyarakat melihat tanda-tanda akan terjadinya bencana alam longsor dan banjir di sekitar masing-masing, agar segera memberitahukan informasi itu kepada pihak terkait," ujarnya. (ant)

Editor : Editor Satu
#banjir di tapsel