SIMALUNGUN, METRODAILY - Polres Simalungun menggelar apel pasukan dalam rangka Operasi Kepolisian Kewilayahan bertajuk "Aquabike Toba 2024", Senin (11/11). Apel ini untuk memastikan kesiapan pengamanan event Aquabike World Championship 2024 yang akan digelar di Danau Toba.
Apel dilaksanakan di Lapangan Upacara Mapolres Simalungun, Jalan Jon Horailam Saragih Pematang Raya, dipimpin Kapolres Simalungun AKBP Choky Sentosa Meliala. Apel dihadiri jajaran pimpinan dan personel Polres Simalungun, termasuk Wakapolres Kompol Hendrik Situmorang, serta pejabat-pejabat daerah seperti Sekretaris Satpol PP Kabupaten Simalungun Jonni Sinaga dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun Fikri F Damanik. Selain itu, sejumlah personel Kodim 0207/Simalungun, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun turut serta.
Kapolres Simalungun AKBP Choky Sentosa Meliala membacakan amanat Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Whisnu Hermawan Februanto. Dalam amanatnya, Whisnu mengungkapkan rasa syukur atas peran penting Kabupaten Simalungun yang dipercaya sebagai salah satu tuan rumah dari empat kabupaten yang berpartisipasi dalam event internasional.
Whisnu menegaskan ajang tersebut menjadi momentum penting untuk mempromosikan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan menunjukkan Sumut sebagai wilayah aman dan nyaman bagi para atlet, wisatawan, dan masyarakat.
Kejuaraan jetski internasional Aquabike World Championship 2024 dijadwalkan berlangsung 13-17 November 2024 di Danau Toba. Kabupaten Simalungun akan menjadi tuan rumah, Jumat (15/11), khusus untuk kompetisi endurance yang berlangsung di Pantai Wisma Hotel Bahari Parapat dan Pantai Bebas Parapat. Tercatat 73 pembalap internasional dari 30 negara ikut berlomba, bersama 10 pembalap nasional yang mewakili Indonesia.
Whisnu mengingatkan pentingnya pengamanan yang optimal demi menjaga citra Kabupaten Simalungun sebagai lokasi yang aman dan kondusif bagi penyelenggaraan ajang internasional.
"Apabila penyelenggaraan ini sukses, ini adalah prestasi seluruh personel yang terlibat. Sebaliknya, apabila ada gangguan, maka itu menjadi kegagalan kita semua," tegasnya.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga air tingkat dunia, tetapi sebagai sarana promosi wisata Danau Toba dan diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut, yang pada gilirannya dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar. (rel)
Editor : Editor Satu