ASAHAN, METRODAILY - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Tanjungbalai akan merealisasikan perbaikan jalan rusak di Kabuptaen Asahan, Sumatera Utara sepanjang 4,5 kilometer usai proyek Rp 2,7 Triliun tak jadi dikerjakan.
Hal tersebut, dikatakan oleh Ahmad Satibi Simangunsong, Kasubag Tata Usaha UPTD PUPR Tanjungbalai saat menjawab aspirasi dan tuntutan warga di Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan saat menggelar unjukrasa dengan memblokir jalan protokol Kisaran – Tanjungbalai, pada Senin (4/11) kemarin.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan warga Air Joman terkait jalan provinsi ini. Sebenarnya di tahun 2023 jalan ini sebenarnya sudah diprogramkan diperbaiki sepanjang 10,5 kilometer (dari proyek Rp 2,7 T) tapi tidak dapat dielesaikan dan diputus kontrak untuk tahun 2024,” ujarnya.
Satibi melanjutkan, kendati demikian pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui PUPR melalui penganggaran Perubahan PAPBD Provinsi Sumut kembali menganggarkan total 4,5 kilometer untuk perbaikan jalan di Asahan dan terbagi pada dua lokasi.
“Tahun 2024 ini, di PAPBD ada dua kegiatan yang dimasukkan untuk prioritas yaitu di Simpang Katarina menuju Sionggang dan di Air Joman. Kami masih menunggu DPA (dokumen pelaksana anggaran) yang belum keluar untuk dasar kami menunggu pekerjaan itu,” ujarnya.
Adapun, 4,5 kilometer yang rencananya untuk pembangunan jalan rusak di Asahan tersebut 3 kilometer di Kecamatan Air Joman dengan anggaran Rp 18 Miliar dan 1,5 kilometer di Simpang Katarina (kecamatan Pulo Bandring, desa Gedangan ) dengan anggaran Rp 9 Miliar.
Sementara itu, koordinator aksi warga Zulkifli Matondang mendesak Pemprovsu bagaimanapun caranya agar membangun jalan di kampung mereka dan jangan terus terusan membohongi warga dengan janji-janji.
“Sudah berapa banyak warga kami yang sakit meninggal di tengah jalan karena melewati jalan rusak ini sebelum sampai ke rumah sakit. Belum lagi dampak abu jalan. Kami capek dibohongi terus, makanya hasil dari pada aksi ini harus ada desakan agar jalan ini mulai dikerjakan bulan November ini juga,” kata dia.
Sebelumnya, ratusan warga ini menggelar aksi unjukrasa dengan memblokir jalan protokol di Kecamatan Air Joman dan mengakibatkan terputusnya jalan tersebut. Menurut warga sudah lebih dari 10 tahun jalan itu hancur dan tak pernah diperbaiki.
Aksi demi digelar warga ini sudah delapan kalinya dan bahkan mereka telah mempertanyakan hal itu ke UPTD PUPR Provsu di Tanjungbalai namun tidak kunjung mendapatkan kepastian soal perbaikan jalan. (Per)
Editor : Editor Satu