SIANTAR, METR0DAILY - Kebakaran terjadi di Kawasan pemukiman di Jalan Sejahtera Kelurahan Asuhan Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar, Selasa (11/10) sekitar pukul 11.45 WIB.
Sedikitnya delapan unit rumah warga hangus terbakar.
Informasi dihimpun, awalnya warga melihat gumpalan asap tebal muncul dari salah satu rumah. Segera warga berteriak minta tolong.
Tak berselang lama, nyala api langsung merambat rumah lain sederetannya. Apalagi cuaca sangat panas dan ada bangunan rumah yang didominasi papan.
Saat petugas dan mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, kobaran api semakin merembet ke bangunan-bangunan lain yang berdekatan.
Salah seorang warga, A Sinaga mengatakan api berasal dari rumah marga Hutajulu. Penghuni rumah, katanya, meninggalkan bekas kayu bakar setelah selesai memasak untuk makanan ternak.
“Rumah ditinggalkan dalam kondisi pintu terbuka. Orang tuanya pergi melayat, anaknya keluar sebentar tadi,” kata Sinaga.
Warga melihat gumpalan asap yang keluar dari celah atap seng rumah. Warga lainnya kemudian berinisiatif menyelamatkan barang-barang dari rumah yang terbakar. Namun, karena terhalang gumpalan asap hitam, hanya beberapa barang bisa diselamatkan.
“Panik tadi. Pemilik rumah yang terbakar kami amankan terlebih dahulu. Takutnya pingsan karena trauma,” tukasnya.
Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Pemko Pematangsiantar dan PT STTC segera tiba di lokasi.
Dibantu warga, api segera dipadamkan. Namun, api sangat cepat merembet ke rumah lainnya. Api dapat dipadamkan setelah satu jam kemudian.
Kapolsek Siantar Timur Iptu Edy JJ Manalu mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran dari rumah milik marga Hutajulu yang saat itu sedang memasak pakan ternak menggunakan kayu bakar.
Baca Juga: Prabowo Kemahkan Anggota Kabinet di Magelang, Ini Kata Pengamat
Menurut Edy, setelah memasak makanan ternak, si pemilik rumah pergi melayat.
“Seluruh penghuni tidak ada di rumahnya. Ada yang melihat asap keluar dari dapur. Ia memang menggunakan bahan bakar kayu untuk memasak makanan ternak,” jelas Edy.
“Api semakin cepat menyebar karena lokasi yang padat penduduk dan sempit. Ditambah tiupan angin membuat api cepat menyebar,” tambahnya. (mst/int)
Editor : Editor Satu