* Hari Penglihatan Sedunia 10 Oktober 2024
BATANGTORU, METRODAILY – Memfokuskan perhatian dunia pada pentingnya perawatan mata pada kaum muda sekaligus menginspirasi anak-anak di mana pun untuk mencintai mata mereka menjadi inti dari Hari Penglihatan Sedunia yang diperingati pada Kamis, 10 Oktober 2024, hari ini.
Berkaitan dengan Hari Penglihatan Sedunia, PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe, menyampaikan perusahaan telah ikut terlibat selama 10 tahun dalam gerakan global menciptakan dunia memiliki kesehatan mata yang dapat diakses, tersedia, dan terjangkau.
“Program operasi katarak gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” kami mulai sejak tahun 2011. Hingga 2024, total kami sudah menggelarnya selama 10 tahun. Total mata katarak yang telah menjalani operasi katarak mencapai 12.173 mata pada 10.684 orang. Tahun 2024 salah satu tahun yang jumlah pesertanya tertinggi, mengoperasi 1.531 orang dan memulihkan 1.602 mata katarak di Sumatra Utara,” kata Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, kemarin.
Baca Juga: Mata ‘Enak’ Usai Operasi Katarak PTAR , Anak SD asal Tapsel Ini Mau jadi Polisi
Ribuan penderita katarak mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga paroh baya dan lanjut usia (lansia), yang selama ini tidak dapat mengakses perawatan mata yang terjangkau dan tersedia, telah menikmati kesembuhan lewat program operasi dari PTAR.
“Kami memahami bahwa kesehatan mata pada anak-anak dan kaum muda itu bukanlah tambahan opsional. Tapi sangat penting. Karena kesehatan mata sering mempengaruhi kesempatan bersekolah dan bersosialisasi, mendapat pekerjaan, dan menghindari kecelakaan akibat penglihatan buruk,” katanya.
Padahal, lanjunya, masalah penglihatan dapat diobati, diperbaiki, dan sering kali dapat disembuhkan lewat perawatan korektif.
Untuk itu, PTAR mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menyediakan perawatan mata yang mudah diakses, tersedia, dan terjangkau bagi semua orang, termasuk anak-anak di Sumatera Utara.
Baca Juga: Kena Katarak Usai Dipukul Ibu saat SD, Sempat Masukin Biji Kemangi
“Seperti bekerja sama dengan RS Mata Mencirim 77 Medan, menyediakan jadwal operasi katarak gratis, bahkan menjemput bola ke rumah-rumah agar setiap orang mendapat informasinya,” ungkapnya.
Selain menggelar operasi katarak gratis, PTAR juga memberikan intervensi dini lewat sosialisasi seputar cara merawat kesehatan mata, cara menghindari kena katarak, dan cara menjaga kecukupan gizi untuk mempertahankan kesehatan mata.
“Kami melakukan sosialisasi kesehatan mata lewat acara talk show, pemberitaan di media, kerjasama dengan Puskesmas, rumah sakit, dan sebagainya. Setiap orang kami ingatkan kembali agar sadar menjaga penglihatan mereka. Termasuk menghindari paparan cahaya terik matahari, mengurangi waktu menonton handphone, dan mencari bantuan sejak dini untuk penyakit dan ketidaknyamanan apa pun yang dirasakan di mata. Jangan setelah parah, baru mencari bantuan,” kata Katarina.
Baca Juga: Kena Katarak Usai Berkelahi, Guruh Maharaja Sempat Malu Bergaul
Wilayah Sumatera Utara, kata dia, termasuk tertinggi keempat dalam jumlah penderita katarak. Penyebabnya beragam. Mulai dari faktor keturunan, faktor usia, terpapar radiasi seperti radiasi ion dan radiasi ultraviolet dari sinar matahari, konsumsi alkohol, konsumsi rokok, penyakit diabetes, hipertensi, jantung, gangguan tiroid, kebiasaan makan, trauma mata, infeksi, paparan lingkungan, dan sebagainya.
PTAR juga melibatkan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, tim medis, dan masyarakat dalam mendukung upaya penurunan kebutaan akibat katarak di Sumatra Utara.
Program operasi katarak gratis merupakan salah satu bentuk implementasi kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTAR pada pilar kesehatan yang dilangsungkan secara konsisten dan berkelanjutan. Program ini ditargetkan akan terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang.
Direktur Utama Rumah Sakit Mata Mencirim 77 Medan yang juga dokter spesialis mata, dr Syarifuddin mengatakan, katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan yang paling tinggi di dunia.
Baca Juga: Usai Operasi Katarak, Pemuda Pemain Karate Ini Pengen Langsung Cari Kerja
Berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) di 15 provinsi pada periode 2014-2016, angka kebutaan di Indonesia mencapai 3%, dengan 81% di antaranya disebabkan oleh katarak.
“Operasi katarak gratis itu bukan operasi murah, seluruh biayanya dikeluarkan oleh pihak Agincourt Resources pengelola Tambang Emas Martabe, sedangkan kami menangani teknis medis,” sebutnya.
Tindakan operasi kepada pasien, jelasnya, butuh waktu selama 7 menit dari awal operasi.
Salah seorang anak yang ikut operasi katarak gratis PTAR tahun ini, Mustofa Harahap, 9 tahun, sal Aek Pardomuan, Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terkena katarak sejak duduk di kelas 2 SD.
“Awalnya, mata terasa kabur sejak kelas 2 SD. Abis itu, sering kucek mata,” kata anak yang kini sudah duduk di bangku kelas 4 SD.
Baca Juga: Operasi Katarak Gratis PTAR: 1.602 Mata Katarak di Sumatra Utara Kembali Pulih
Oleh ayah dan ibunya yang bekerja sebagai petani sawit di Tapanuli Selatan, ia dibawa berobat ke RS di Padangsidimpuan. Namun dokter di sana mengatakan tidak mampu menangani.
“Alhamdulilah, Juli kemarin itu, pihak Tambang Emas Martabe mendatangi rumah warga untuk mendata siapa saja penderita katarak. Kami pun mendaftar dan anak kami diperiksa di RS Bhayangkari di Batang Toru,” jelas ibunya.
Ternyata hasil pemeriksaan dokter, penyakit katarak di mata kanan Mustofa harus dirujuk ke RS Mata Medan.
Usai dioperasi, ia mengatakan matanya terasa nyaman dan jernih.
”Nanti kalau udah besar, mau jadi polisi. Terima kasih Tambang Emas Martabe,” cetusnya. (mea/bbs)
Editor : Editor Satu