TAPUT, METRODAILY - Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Tapanuli Utara, David Sipahutar, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat ancaman dari Kasatpol PP Taput, Rudi Sitorus.
Insiden yang mengejutkan ini terjadi di ruang kerja staf ahli Bupati, Senin pagi (7/10), sekitar pukul 08.25 WIB, tepat setelah apel pagi.
Menurut David, konflik bermula dari pernyataan Rudi di grup WhatsApp Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyebut David sebagai Sekda ilegal.
Tuduhan ini muncul setelah Pj Bupati Taput secara resmi membebastugaskan Sekda sebelumnya, Indra Sahat Simaremare, dan menunjuk David sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda.
"Saya coba jelaskan di ruang kerja, tetapi Rudi justru datang dengan sikap menantang dan kasar. Bahkan, dia sempat menarik tangan saya untuk keluar ruangan untuk berduel," ujar David.
Lebih lanjut, David mengaku heran melihat belasan personel Satpol PP yang sudah berkumpul di luar ruangan ketika insiden berlangsung.
Pernyataan ilegal yang dilontarkan Rudi mengindikasikan penolakannya terhadap keputusan sah Pj Bupati. Hal ini memperlihatkan adanya ketidakpuasan terhadap pengangkatan David sebagai Plh Sekda, meskipun penunjukan tersebut sah berdasarkan Surat Perintah No. 800.1/2419/X/2024.
Hingga berita ini diturunkan, Rudi Sitorus belum memberikan klarifikasi. Meskipun demikian, sejumlah pihak menilai ketegangan ini tidak akan memengaruhi stabilitas politik di Tapanuli Utara, khususnya menjelang Pilkada.
Indra Sahat Simaremare sebelumnya dibebastugaskan dari jabatannya melalui SK Bupati No. 686 Tahun 2024, setelah diduga melakukan pelanggaran disiplin berat. David kemudian ditunjuk sebagai penggantinya.
Ketika media mencoba mengonfirmasi kepada Asisten 1, Bahal Simanjuntak, yang seharusnya membantu koordinasi dan pengawasan pemerintahan, ia mengelak dengan menyatakan bahwa semuanya berjalan baik-baik saja dan menegaskan tidak berada di tempat saat kejadian. (net)
Editor : Editor Satu