SIMALUNGUN, METRODAILY - Demi keselamatan pelayaran dan kenyamanan para wisatawan keluar masuk Kabupaten Samosir, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba sementara waktu menghentikan pengoperasian kapal penumpang tradisional jurusan Tigaras-Simanindo, sejak Senin (16/9) sore.
Penghentian penyeberangan itu, kata Kepala KSOPP Danau Toba Rijaya Simarmata, disebabkan kecepatan angin sudah mencapai 10 Knot.
Dikatakannya, penghentian operasional kapal sudah berlangsung sejak Senin (16/9) sore dan berlanjut Selasa (17/9) pagi. Hal itu dilakukan demi keamanan dan keselamatan transportasi penyeberangan di lintasan Tigaras- Simanindo.
"Mengingat hari ini merupakan hari libur, dan aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tigaras meningkat, maka para pengguna sepeda motor yang akan menyeberang diarahkan menggunakan kapal ferry," terang Rijaya, Senin (16/9).
Belum diketahui kapan operasional kapal tradisional kembali normal. Namun untuk sementara, semua penyeberangan ditiadakan.
Hal senada dikatakan Kepala Pelabuhan Tigaras Darwin Purba.
"Kecepatan angin 10 knot, dan kita sudah menghentikan operasional kapal tradisional," kata Darwin, Senin (16/9), sekitar pukul 11.00 WIB.
Penghentian operasional kapal, sambungnya, sudah berlangsung sejak pagi. Hal itu dilakukan demi keamanan dan keselamatan transportasi penyeberangan di Danau Toba akibat cuaca ekstrim.
Darwin menerangkan, untuk kecepatan angin 10 knot, kapal ferry masih memungkinkan untuk berlayar.
"Untuk ferry masih beroperasi, karena batas maksimum untuk ferry itu sekitar 25 knot. Jadi yang bawa sepeda motor kita arahkan naik ferry," terang Darwin.
"Mau tidak mau kita hanya operasikan ferry untuk saat ini," tutup Darwin. (int)
Editor : Editor Satu