SIMALUNGUN, METRODAILY- Pihak PDAM Tirtalihou bersama perangkat Nagori Maligas Tongah, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun belum lama ini mengutip dari masyarakat Rp100 ribu per keluarga untuk biaya menyambung pipa air ke konsumen. Namun setelah uang ratusan juta rupiah terkumpul, sudah setahun berlalu air bersih tak kunjung disambung.
Permasalahan tak kunjung air bersih dapat digunakan konsumen menimbulkan keluhan. Karena pipa besar di depan rumah tak berfungsi. Bahkan pipa besar ini sudah ada yang bocor hingga air terbuang sia-sia. Lokasi pipa besar ada mau longsor dan dikwatirkan pipa turut amblas.
Menurut calon pelanggan marga Sinaga, warga Nagori Maligas Tongah, Rabu (28/8/2024) mengatakan, mereka sudah berulang kali menanyakan hal tersebut ke pihak PDAM Tietalihou. Namun tidak ada kepastian kapan pipa air disambung ke rumah penduduk. "Padahal minta uang pendaftaran Rp100 ribu per KK sangat getol. Setelah uang dikutip dari ratusan penduduk Maligas Tongah, kini wajah petugas PDAM hilang misterius," katanya.
Lebih jauh penduduk disana mengatakan, persoalan ini sangat diharapkan keseriusan Radiapoh Hasiholan Sinaga selaku Bupati Simalungun. Agar memerintahkan pejabat PDAM Tirtauli menyambung segera pipa air tersebut ke rumah pelanggan.
Seperti diketahui, bangunan air minum menelan biaya Rp5 miliar lebih yang dibangun pertengahan tahun 2023 lalu. Air minum diambil dari umbul yang berlokasi di Marihat Tongguran Kabupaten Simalungun yang berjarak 3 km lebih ke Nagori Maligas Tongah.
Tokoh masarakat B Sinaga menanggapi amburadulnya soal pipa air minum ke rumah pelanggan yang tak kunjung berfungsi.
Dia menilai pihak terkait tidak memperdulikan uang negara yang berasal dari rakyat sehingga terkesan menghamburkan.
Ketika dikonfirmasi kepada Dirut PDAM Tirta Lihou Dodi Mandalahi melalui seluler tak diangkat dan pesan singkat yang dilayangkan tidak dibalas sampai berita dikirim ke meja redaksi. (nsi)
Editor : Leo Sihotang