TAPTENG, METRODAILY - Pekuburan Muslim Melayu Kelurahan Sarudik Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terancam longsor.
Pasalnya, tembok penahan tanah pekuburan jebol pasca terjadinya banjir akibat meluapnya Sungai Sarudik, Jumat (16/8/24).
Informasi dihimpun di lingkungan 1 Kelurahan yang berbatasan dengan Kota Sibolga itu, ada sepanjang 50 meter tembok penahan tanah pekuburan Muslim tersebut.
“Kalau rumpun bambu yang longsor dan menghalang sungai ini tak segera diangkat alat berat, bisa nantinya mengancam pekuburan ini terbawa arus sungai,” kata Asrudin Daeli (45) warga yang sering melintasi pemakaman warga Muslim se Kecamatan Sarudik itu.
Karena, kata Asrudin, saat ini cuaca musim penghujan menyebabkan banjir, lalu mengancam longsor dan membuat air tergenang ke semua lokasi pemakaman.
“Untuk itu, karena banjir ini termasuk bencana alam, sangat perlu Pemkab Tapteng untuk mengatasi masalah tersebut. Kalau hanya mengharapkan tenaga manusia, sangat tidak mungkin mengatasinya,” harap Asrudin yang didampingi Nanda Arifin dan sejumlah warga lainnya.
Asminudin Hutabarat, Pengurus Pemakaman Melayu Muslim di Kelurahan itu membenarkan kejadian bencana alam banjir.
“Kita dari Pengurus akan segera melaporkan permasalahan ini ke pihak Kelurahan, dan mendesak segera melaporkannya ke Pemkab Tapteng,” ucap Asminudin yang didampingi P Sitanggang, Pengurus lainnya.
Dikatakannya, akhir-akhir ini musim penghujan yang potensi banjir dan berdampak langsung ke pemakaman tersebut. (net)
Editor : Editor Satu