Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Sudah Tender Rp8,1 Miliar, Jalan Sibuluan-Aek Horsik Tapteng Belum Juga Dikerjakan

Editor Satu • Selasa, 20 Agustus 2024 | 14:32 WIB
Ribu Simatupang menunjuk Jalan Tugu Ikan-Abdul Rajab Simatupang yang rusak parah.
Ribu Simatupang menunjuk Jalan Tugu Ikan-Abdul Rajab Simatupang yang rusak parah.

TAPTENG, METRODAILY - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas PUPR, telah menenderkan proyek perbaikan jalan provinsi ruas Tugu Ikan Sibuluan-Aek Horsik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, senilai Rp 8,1 miliar.

Anggara bersumber dari APBD 2024 Provinsi Sumatera Utara. Namun hingga sekarang, proyek jalan itu belum juga dikerjakan.
 
Diketahui, jalan provinsi ruas Tugu Ikan Sibuluan-Aek Horsik tersebut merupakan jalan lingkar (ring road) yang menghubungkan beberapa kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
 
Bahkan ruas jalan ini telah menjadi jalan utama menuju Markas Kepolisian Resor Tapanuli Tengah (Mapolres Tapteng) dan beberapa instansi pemerintahan, militer, serta pemukiman masyarakat.
 
Keberadaan Terminal Pandan, Kantor Dinas Perhubungan Tapteng, Pasar Tradisional, Kantor Denpom 1/2 Sibolga, Kantor Samsat Tapteng, Kantor Camat Pandan, Kantor BPBD Tapteng, Puskesmas Pandan, dan pemukiman masyarakat di sepanjang ruas jalan tersebut sudah sangat ramai.
 
Dilihat dari plank proyek yang terpajang di pinggir jalan di sekitaran jalan menuju Polres Tapteng, proyek berbiaya Rp 8,1 miliar yang dilaksanakan PT ANRA tersebut seharusnya telah dikerjakan mulai tanggal 9 Agustus 2024.

Hal ini sebagaimana tertulis pada plank proyek, bahwa masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung selama 120 hari kalender, terhitung mulai tanggal 9 Agustus hingga 6 Desember 2024. Namun, hingga memasuki hari ke sepuluh masa pekerjaan, Jalan Provinsi Ruas Tugu Ikan Sibuluan-Aek Horsik tersebut belum disentuh.
 
“Kita melihat, pihak rekanan hanya sekadar melakukan pembersihan samping kiri dan kanan di Jalan Jenderal Feisal Tanjung,” kata Ribu Simatupang, aktivis dan juga tokoh masyarakat setempat kepada wartawan, Senin (19/8).
 
Ribu Simatupang mengaku sangat menyesalkan, Jalan Abdul Rajab Simatupang yang kondisinya sangat rusak dan memprihatinkan, belum disentuh sama sekali oleh pihak rekanan.

“Saya mendapat informasi, bahwa Jalan Tugu Ikan-Abdul Rajab Simatupang ini tidak termasuk ke dalam item pekerjaan. Bila informasi ini benar, maka patut kita pertanyakan, dan kita minta Pj. Gubernur Sumut untuk mengevaluasi Kadis PUPR,” kata Ribu.
 
Dia menjelaskan, Jalan Tugu Ikan-Abdul Rajab Simatupang sekarang benar-benar padat, karena sudah menjadi jalur bisnis dan jalan utama bagi masyarakat yang tinggal di banyak komplek perumahan.

“Beberapa perusahaan besar telah membuka usaha di sepanjang Jalan Tugu Ikan-Abdul Rajab Simatupang, ada usaha gudang semen, gudang unilever, kraser, usaha perbengkelan dan lainnya. Dipastikan, mobilitas kendaraan di sepanjang Jalan Tugu Ikan-Abdul Rajab Simatupang selalu ramai sejak pagi hingga malam hari,” tukasnya.
 
Dia mengaku sudah sering melakukan aksi protes, bahkan dengan menanam pohon pisang di tengah badan jalan yang rusak tersebut.

“Harusnya, jalan ini yang diutamakan untuk dilakukan perbaikan. Apalagi dengan dana Rp 8,1 miliar, seharusnya cukup, karena dana itu tidaklah sedikit,” katanya.
 
Menurutnya, sudah banyak korban berjatuhan di jalan yang rusak parah tersebut. Anak-anak hingga orang dewasa. Tak jarang pula kendaraan warga mengalami rusak setelah melalui jalanan berlumpur dan berbatu.
“Masyarakat yang tinggal di banyak komplek perumahan memang tak ada pilihan, karena tidak ada jalan alternatif. Meski jalannya rusak parah, warga harus melaluinya setiap hari,” tandasnya. (ril/rb)

Editor : Editor Satu
#proyek jalan di tapteng