Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kapal Dihantam Badai, 2 Nelayan Pencari Gurita Tewas di Labuhanbatu

Editor Satu • Jumat, 9 Agustus 2024 | 07:51 WIB
Satpol Airud Polres Labuhanbatu, Rabu, 7 Agustus 2024 dan dibantu masyarakat nelayan mengevakuasi nelayan pencari tiram yang meninggal dunia.
Satpol Airud Polres Labuhanbatu, Rabu, 7 Agustus 2024 dan dibantu masyarakat nelayan mengevakuasi nelayan pencari tiram yang meninggal dunia.

LABUHANBATU, METRODAILY - Dua orang nelayan pencari gurita ditemukan tewas setelah perahunya tenggelam akibat cuaca buruk di Selat Malaka di kawasan perairan Tanjung Bangsi, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Mereka hilang sejak melaut pada Senin, 5 Agustus 2024 dan ditemukan keesokan harinya oleh nelayan yang melintas di perairan Tanjung Bangsi.

Korban bernama Rojab (19) ditemukan di perairan Tanjung Bangsi, sedangkan Budiman (36) ditemukan di perairan Sei Tukang Tengah.

Jasad korban telah dievakuasi, Satpol Airud Polres Labuhanbatu, Rabu, 7 Agustus 2024 dan dibantu masyarakat nelayan.

Polisi menduga sementara, korban meninggal dunia karena tenggelam setelah perahu dihantam badai akibat cuaca buruk di Selat Malaka hingga perairan Tanjung Bangsi.

"Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Hanafiah di Puskesmas menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda luka atau kekerasan pada tubuh korban," ujar Kapolres Labuhanbatu AKBP dr. Bernahard Malau, ketiha dihubungi di Rantauprapat, Kamis siang.

Bernard mengimbau kepada masyarakat nelayan agar selalu waspada di kondisi cuaca buruk saat ini.

Menurutnya, peristiwa duka ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat nelayan agar lebih mengutamakan keselamatan jiwa. (Ant)

Editor : Editor Satu
#nelayan tewas