Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

4 Orang Hanyut di Bah Bolon, Ardan Purba masih Hilang

Editor Satu • Selasa, 6 Agustus 2024 | 11:45 WIB

Salah satu korban selamat setelah hanyut di Sungai Bah Bolon. 
Salah satu korban selamat setelah hanyut di Sungai Bah Bolon. 

SIMALUNGUN, METRODAILY – Empat warga hanyut di Sungai Bah Bolon, Lingkungan V Simponi, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Minggu (4/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari empat orang tersebut, 3 dinyatakan selamat dan seorang lagi belum ditemukan hingga Senin (5/8) siang.

Informasi dihimpun, keempat warga itu terseret arus deras saat sedang mandi di sungai. Setelah ketahuan hanyut, warga sekitar berusaha melakukan upaya penyelamatan. Dari empat korban, tiga orang selamat. Sementara seorang korban lagi belum ditemukan.

Berdasarkan informasi dari Polsek Perdagangan, keempat korban yakni Mirza Zikri Akbar (11) murid kelas 6 SD warga Desa Tanah Hitam Ulu Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara. Mirza berhasil diselamatkan warga.

Kemudian, Supianto (51) seorang guru dari Desa Tanah Hitam Ulu Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara. Supianto juga selamat dan dirawat di RSUD Perdagangan. Selanjutnya, Mufida Rahmi br Purba (9) murid kelas 4 SD dari Lingkungan V Simponi Kelurahan Perdagangan I Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun.

Mufida berhasil diselamatkan warga. Terakhir, Ardan Utama Prayoga Purba (14) pelajar kelas 2 SMP dari Lingkungan V Simponi Kelurahan Perdagangan I Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun. Ardan masih belum ditemukan.

Keempat korban hanyut ketika tetiba arus menjadi deras dan menyeret mereka. Mereka pun panik dan berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan segera bertindak cepat. Mereka melompat ke sungai untuk melakukan penyelamatan.

Berkat keberanian dan kesigapan warga, tiga korban berhasil diselamatkan. Namun seorang korban, Ardan Utama Prayoga Purba hilang.

Setelah menerima laporan, Polsek Perdagangan segera melakukan berbagai langkah penanganan. Termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, dan koordinasi dengan Kepala Lingkungan V Simponi, Suherman.
Saksi-saksi kunci yaitu Bambang Irawan (23) dan Wahyudi (35).

Selain itu, Polsek Perdagangan juga sempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Personel Polsek Perdagangan yang terlibat dalam penanganan insiden ini antara lain Kanit Reskrim Iptu Fritsel G Sitohang, Aiptu Mu Sihombing (Ka SPK), Aiptu Wahyu Hidayat (Intelkam), Aiptu Ilhamsyah (SPK), Aipda M Silitonga (Reskrim), Bripka J Napitupulu (Reskrim), Bripka Dedi Irawan (Reskrim), dan Bripka V Sitorus (Reskrim).

Mereka bekerjasama untuk terus melakukan pencarian korban yang hilang dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi.

Kapolsek Perdagangan AKP Ibrahim Sopi menyatakan komitmen pihaknya untuk terus berupaya semaksimal mungkin dalam pencarian Ardan Utama Prayoga Purba.

“Kami akan terus melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menemukan korban yang masih hilang. Kami juga berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Ibrahim.

Polsek Perdagangan terus melakukan pencarian intensif dan mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat arus sedang deras.

Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk melaporkan segera jika mengetahui informasi yang bisa membantu dalam pencarian Ardan. Dengan usaha bersama, diharapkan korban dapat segera ditemukan dan kejadian serupa tidak terulang. (rel)

Editor : Editor Satu
#hanyut di bah bolon