SIMALUNGUN, METRODAILY- Perkebunan PTPN IV unit Marihat kurang perawatan perkebunan. Dimana untuk mencapai tujuan tersebut, Palmco tentunya butuh kinerja yang baik oleh seluruh Unit PTPN IV agar dapat memperoleh hasil yang signifikan dengan melakukan perawatan sejak dini pada tanaman sawit sebagai komoditi utama.
Mirisnya, PTPN IV Unit Marihat Desa Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, terkesan tidak mendukung program Kementerian BUMN itu.
Managemen unit Marihat diduga sengaja mengabaikan dan menelantarkan tanaman menghasilkan di areal kebun PTPTN lV Unit Marihat
Bermacam jenis gulma pengganggu tanaman utama dibiarkan melilit tanaman sawit produksi di lokasi itu.
Temuan awak media di lapangan, Jumat (2/8/2024) tampak di lokasi itu juga karena tidak adanya perawatan yang baik hingga pohon tumbuh subur melilit pohon sawit produksi tersebut hingga pohon sawit nampak sudah ada yang mati akibat pohon yang melilit.
Selain piringan sawit dan tempat pengumpulan hasil atau TPH yang seperti tidak pernah mendapat perawatan jenis Chamis, program perawatan prunning juga seperti tidak dilakukan.
Padahal, seluruh jenis gulma dan kayu–kayuan yang tumbuh di lokasi tersebut dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan tanaman sawit, karena harus berebut dengan tanaman lainnya menyerap air dan unsur hara tanah diareal itu.
Ketika dikonfirmasi kepada manager PTPN IV Unit Marihat Peri Nasution melalui seluler tak diangkat dan pesan singkat yang dilayangkan tidak dibalas sampai berita ke meja redaksi. (nsi)
Editor : Leo Sihotang