Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Rabat Beton di Desa Gunung Marijo Tidak Berkualitas

Leo Sihotang • Jumat, 12 Juli 2024 | 12:19 WIB

Rabat beton jalan setapak di Desa Gunung Marijo Dusun II dan Dusun III, Kecamatan Pinang Sori, Kabupaten Tapanuli Tengah  tidak berkualitas. (Metrodaily/Nurudin Hutapea)
Rabat beton jalan setapak di Desa Gunung Marijo Dusun II dan Dusun III, Kecamatan Pinang Sori, Kabupaten Tapanuli Tengah tidak berkualitas. (Metrodaily/Nurudin Hutapea)

TAPTENG, METRODAILY- Uang Negara disebut habis untuk anggaran pembangunan rabat beton jalan setapak di Desa Gunung Marijo Dusun II dan Dusun III, Kecamatan Pinang Sori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) hasilnya, tidak berkualitas.

Pasalnya, pembangunan infrastruktur yang baru selesai dikerjakan pada Desember 2023 itu yang dibiayai oleh dana APBN melalui Dana Desa (DD) ini menelan anggaran puluhan juta rupiah yang dikelola oleh kepala desa sudah mengalami kerusakan.

Dilihat dari fisik campuran semen, semua tidak standar. Ruas jalan setapak saat ini pun sudah banyak yang terkelupas.
"Saya minta kepala desa bertanggung jawab serta pengawasnya. Jelas sekali rabat beton sebanyak dua paket itu dikerjakan asal jadi," kata Saripul Sitompul dari aktivis pemerhati pembangunan yang juga sebagai Wakil Ketua Kamtibmas Tapteng ketika ditemui di lokasi saat melakukan investigasi, Senin (8/7).

Sitompul merasa heran pengerjaan rabat beton sebanyak dua paket itu yang terus dipantaunya itu sudah berlangsung 6 bulan, tapi sudah rusak.
Rusaknya bukan karena dilintasi truk atau mobil, tapi memang kualitasnya kurang bagus," keluhnya.
Dia menegaskan, dana yang digunakan dalam pembangunan itu adalah uang rakyat, sehingga betul-betul dimamfaatkan untuk kepentingan rakyat, bukan sebaliknya menipu rakyat.
"Menurut keterangan yang saya dapat pembangunan insfrastruktur yang dikelola oleh Kepala Desa Gunung Marijo itu masyarakat banyak yang merasa kecewa. Pengelola dana desa tersebut patut diduga menyimpang dari ketentuan," jelasnya.
Dia menambahkan, banyak kejanggalan, pihaknya patut menduga adanya hubungan yang saling menguntungkan.
"Kita meminta Kejari Sibolga untuk mengusut rabat beton jalan setapak yang diduga ada permainan kepala desa. Sudah semestinya pihak aparat penegak hukum mengusut segala kecurangan dalam pelaksanaan yang dibiayai oleh negara," pungkasnya.
Untuk menutupi keburukan pengerjaan rabat beton sebanyak dua paket itu, Kepala Desa Gunung Marijo Tulus Usaha Saroha Hutagalung ketika dikonfirmasi, Senin ( 8/7 ) dengan nada enteng dia mengatakan dalam waktu dekat ini akan diperbaiki.
"Dari sisa anggaran akan kami perbaiki. Yang terkelupas ditempel agar jangan ada temuan," katanya dengan enteng untuk menghindari pertanyaan wartawan. (nh)

Editor : Leo Sihotang