LABUHANBATU, METRODAILY - Kapolres Labuhanbatu AKBP Dr Bernhard L Malau meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan Kantor KPU Labuhanbatu Utara (Labura) yang berada di Jalan Serma Gazali Sinaga, Kelurahan Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh, Senin (24/6) malam.
Kapolres Labuhanbatu bersama Kasat Reskrim dan unit Identifikasi Polres Labuhanbatu terlihat turun ke melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran.
Polisi juga telah memasang garis Polisi di lokasi kejadian, mengamankan barang bukti, dan memeriksa para saksi yang ada di tempat kejadian.
"Kami sangat prihatin dengan kejadian kebakaran ini yang mengakibatkan kerugian besar bagi KPU Labuhanbatu Utara. Proses penyelidikan sedang kami lakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran ini," kata Bernhard.
Kebakaran kantor KPU Labura tersebut mengakibatkan kerusakan yang signifikan. Menurut saksi mata, pada pukul 14.55 WIB, saksi Febriansyah yang sedang berada di aula dan kemudian masuk ke dalam ruangan Komisioner Hukum, SDM, dan Teknis Kantor KPU Labuhanbatu Utara, melihat api sudah berkobar di dalam ruangan tersebut. Febriansyah segera melaporkan kejadian itu kepada saksi Sugiono dan Yoga Pratama, serta berteriak meminta pertolongan.
Saksi-saksi bersama seluruh staf KPU segera mengamankan barang-barang di dalam ruangan. Warga sekitar berusaha membantu memadamkan api, namun api dengan cepat membesar. Sekitar pukul 15.15 WIB, empat unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Labuhanbatu Utara tiba di lokasi dan mulai memadamkan api. Setelah sekitar 60 menit, api berhasil dipadamkan.
Ketua KPU Kabupaten Labura, Adi Susanto, mengatakan bahwa Kantor KPU yang terbakar saat ini, statusnya masih menumpang di bangunan Sekolah Dasar Negeri 115468 Aek Kanopan.
Kebakaran tersebut menyebabkan ruangan aula KPU, ruangan staf keuangan, ruangan staf umum, ruangan Ketua KPU, ruangan komisioner KPU, dan ruangan sekretaris KPU hangus terbakar.
"Barang-barang inventaris yang terbakar termasuk AC, proyektor, speaker, TV LED, printer, laptop, komputer, genset, brankas, bangku chitose, kursi, meja, meja rapat, meja komputer, sofa, kamera, dan handycam, serta alat tulis kantor. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 500.000.000. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," pungkas Adi. (Bud)
Editor : Editor Satu