TAPTENG, METRODAILY - Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Salah satu cara untuk merumuskan tindak lanjut kegiatan percepatan penurununan stunting karena program stunting merupakan salah satu program prioritas Nasional yang akan berdampak kepada daya saing bangsa.
Oleh sebab itu Pemerintah Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah di bawah kepemimpinan Laili Fitri Purba, SE melaksanakan intervensi percepatan penurunan atau pencegahan stunting kepada warga yang dilaksanakan di Posyandu Desa Jago-jago, Selasa (11/6).
Pantauan di lokasi, ratusan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Terlihat, banyak anak-anak usia dini atau balita maupun ibu hamil yang diberikan imunisasi dan dicek kesehatannya.
Selain itu, ada juga pasangan calon pengantin turut serta agar mendapatkan pendampingan untuk memastikan konsisi risiko stunting dengan treatment dan upaya-upaya kesehatan dan peningkatan status gizi.
Sehingga saat melangsungkan pernikahan berada dalam kondisi ideal.
Menurut Kepala Desa Jago jago Laili Fitri Purba SE, bahwa pelaksanaan pencegahan stunting kepada warga itu bekerja sama dengan pihak Puskesmas Kecamatan Badiri dan sumber dananya dari dana desa.
“Sehingga diperlukan langkah dan pencegahan untuk menurunkan angka stunting di desa ini. Kita sangat memerlukan banyak langkah dan pencegahan untuk menurunkan angka stunting ini bekerja sama dengan Puskesmas Badiri, salah satunya seperti tadi memberikan bantuan vitamin, memberikan imunisasi dan makanan tambahan. Dananya kita alokasikan dari dana desa," ucapnya.
Selanjutnya kata Laili Fitri Purba, kegiatan pencegahan stunting ini dilaksanakan sekali dalam sebulan," pungkasnya. (nh)
Editor : Editor Satu