Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Agya vs KA di Tebing Tinggi, Masriana Damanik dan Putrinya Tewas

Admin Metro Daily • Senin, 18 Maret 2024 | 11:50 WIB

Mobil Agya yang dikendarai korban terbalik usai ditabrak KA di pintu perlintasan KA tanpa palang.
Mobil Agya yang dikendarai korban terbalik usai ditabrak KA di pintu perlintasan KA tanpa palang.


TEBINGTINGGI, METRODAILY - Mobil Agya BK 1935 NP yang ditumpangi 4 orang terseret sejauh 1 kilometer usai ditabrak kereta api (KA) saat melintas di Jalan Gunung Arjuna Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi, Sabtu (16/3) sekitar pukul 12.25 WIB.

Akibatnya, pengemudi mobil seorang ibu, Masriana Damanik (35) tewas di tempat. Sedangkan putrinya, Karin (14) meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah Sakit (RS). Sementara dua anaknya yang lain, yaitu Klen (9) dan Tias (4) mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Chevani Kota Tebing Tinggi.

Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Agnis Juwita membenarkan kejadian lakalantas tersebut. Juwita mengimbau masyarakat agar tetap berhati hati saat melintasi pintu perlintasan KA yang tidak ada palang.

Dikatakan Juwita, mobil yang dikendarai korban tertabrak KA barang yang melintas dari Tebing Tinggi menuju Kota Medan.

Sementara itu, Sofyan selaku Kepala Lingkungan II mengatakan, sebelum peristiwa lakalantas tersebut, sempat terdengar ada teriakan warga yang melihat mobil terseret KA tepat di depan rumahnya.

Mendengar itu, ia pun keluar rumah dan meminta warga sekitar untuk membantu korban yang ada di dalam mobil.

"Kami memberikan informasi kepada suami korban yang tinggal di Jalan Gunung Arjuna Lingkungan II Kelurahan Mekar Sentosa. Setelah suaminya datang, dirinya meminta untuk membawa jenazah istrinya ke rumah beserta anaknya yang dikabarkan meninggal," jelas Sofyan.

Namun ketika sampai di rumah, ternyata anak perempuannya bernama Karin masih hidup, dan langsung dilarikan ke RS.

"Spontan bapaknya langsung melarikan anak perempuannya karena masih hidup. Bergegas keluarga membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis," terang Sofyan, yang sebelumnya mendapat kabar 2 orang meninggal usai ditabrak KA. Namun, sorenya, Tuhan berkehendak lain. Karin yang sempat mendapat perawatan di RS, akhirnya meninggal dunia.

Driver Ojol Ditabrak KA Siantar Expres

Seorang driver ojek online (ojol), Abdul Gani Nasution (38), warga Jalan Kenari VII Perumnas Mandala Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang tewas ditabrak KA saat melintas di perlintasan tanpa palang, Jalan Padang Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (16/3).

Kapolsek Percut Seituan Kompol Jhonson Managara Sitompul ketika dikonfirmasi menyebutkan, ada seorang pria tewas akibat ditabrak KA Siantar Expres Ka U 77 A di perlintasan Jalan Padang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas Reskrim dan Unit Lantas mendatangi lokasi dan mendapati tubuh korban telungkup di atas becak milik warga.

“Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi, sebelum kejadian korban yang mengendarai sepedamotor Honda Beat BK 6533 AJG dari arah Jalan Padang hendak menyeberangi jalur perintasan KA menuju Jalan Rajawali Perumnas Mandala. Tiba-tiba sepedamotor yang kendarai korban tersangkut di samping rel yang berlubang,” ujarnya.

Di saat bersamaan, lanjutnya, datang KA dari Pematangsiantar menuju Medan. Masinis KA berulang-ulang membunyikan klakson, namun korban diduga tidak mendengarnya.

Seketika itu juga KA menabrak korban beserta sepedamotor hingga terpental beberapa meter dan tewas di tempat.

“Tak lama pihak keluarga tiba di lokasi. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan selanjutnya dimakamkan. Sedangkan sepedamotor korban diamankan di Unit Lantas untuk dijadikan barang bukti dan kepentingan lebih lanjut,” pungkasnya. (ian/han/smg/wdi)

Editor : Admin Metro Daily
#Agya vs KA di Tebing Tinggi