TANAHJAWA, METRODAILY- Sekitar 6 pokok pohon yang berada di komplek SMP N 2 Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun ditebangi oleh pihak sekolah. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar.
Dimana, selama ini keberadaan pohon jenis jati putih yang berdiameter besar itu membuat sejuk komplek sekolah.
Pihak sekolah berdalih keberadaan pohon itu akan menimpa bangunan sekolah.
Kepala SMP N 2 Tanah Jawa, Bukit Haloho mengatakan bahwa keberadaan pohon-pohon itu akan merusak gedung sekolah.
"Pohon itu ditumbang takut menimpa kelas. Dan, akan ditanami pohon baru secepatnya," kata dia.
Kayunya Dijual ke Tebing
Sementara itu, dari penelusuran Metrodaily di lokasi, kayu yang ditebangi itu dijual ke penampung dari Tebing Tinggi.
Kayu diangkut menggunakan truk colt diesel.
"Kami sudah ada suratnya membeli kayu-kayu ini. Pokoknya kami sudah punya surat," kata pembeli kayu tersebut dan langsung berlalu.
Soal jual beli kayu tersebut, Kepala SMP N 2 Bukit Haloho mengatakan, hal tersebut diminta ditanyakan kepada satpam sekolah.
Sementara satpam sekolah saat ditanyai mengaku tidak tahu menahu soal kayu tersebut dan dijualnya kemana.
"Tidak tahu kami Bang, langsung ke Kepala sekolah yang beli kayu itu," kata Satpam sekolah itu.
Usai ditebangi, sampah-sampah sisa penebangan juga dibiarkan berserak di komplek sekolah.
Sementara itu beberapa orangtua siswa SMP N 2 Tanah Jawa menyayangkan penebangan pohon itu.
Mereka menilai keberadaan pohon itu membuat sejuk lingkungan sekolah.
" Pemerintah saja mencanangkan penanaman pohon, pihak sekolah kok malah menenbang pohon yang sudah ada. Ini aneh, kita minta pihak Dinas Pendidikan bahkan Bupati Simalungun dan Polres Simalungun agar menindak hal tersebut," kata Nardus salah seorang orangtua murid sekolah tersebut. (reno)
Editor : Leo Sihotang