TANAH JAWA, METRODAILY - Kebersamaan muda-mudi Nagori Bayu Bagasan, khususnya Dusun Dua Huta Lubuk, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, patut mendapat apresiasi. Anak-anak muda itu bekerjasama memperbaiki jembatan yang berlubang-lubang secara swadaya tanpa bantuan pemerintah.
Informasi dihimpun METRODAILY, jembatan yang dikenal dengan sebutan Jembatan Turunan Buhit tersebut sempat viral beberapa waktu lalu karena bentuknya yang ekstrim. Letaknya di Desa Bayu Bagasan, Kecamatan Tanah Jawa. Disebut ekstrim, karena jembatan tidak memiliki penyangga di kiri kanan jembatan sebagai pengaman.
Jembatan ekstrim ini panjangnya +100 meter, dengan lebar 1 meter. Jembatan ini menghubungkan beberapa nagori (desa, Red), yaitu Nagori Sorba dan Nagori Parhondalian dengan Nagori Bayu Bagasan. Di bawahnya ada air terjun yang eksotis, indah, sejuk, namun belum dikelola sebagai lokasi wisata.
“Dana untuk perbaikan jembatan ini murni swadaya kami, tanpa bantuan dari pemerintah,” kata Jekson Butar-Butar, pemuda yang mengoordinir perbaikan, saat ditanya Senin (11/3/2024).
Jembatan Turunan Buhit ini merupakan satu-satunya akses jalan transportasi untuk pengangkutan hasil pertanian milik warga ketiga nagori.
Selain swadaya, dana perbaikan jembatan juga dikutip dari setiap orang yang lewat sebagai sumbangan sukarela, serta dari agen-agen sawit. “Pokoknya siapa yang sering lewat, kami minta sumbangan. Tapi sifatnya sukarela. Cemanalah Bang, pemerintah desa dan kabupaten sepertinya tidak mau tau. Karena itu, kami mengharap kepada pemerintah agar member perhatian supaya desa kami tidak terkesan dianaktirikan,” tutup nya. (ali)
Editor : Admin Metro Daily