Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bupati Labura Jangan Main-main Kelola Layanan Kesehatan

Pran Hasibuan • Senin, 11 Maret 2024 | 14:41 WIB
Potongan video seorang warga Labura yang ingin berobat di Puskesmas Aek Korsik, Kec. Aek Kuo, namun tutup dan tak ada satu orang pun petugas pada Senin 11 Maret 2024.
Potongan video seorang warga Labura yang ingin berobat di Puskesmas Aek Korsik, Kec. Aek Kuo, namun tutup dan tak ada satu orang pun petugas pada Senin 11 Maret 2024.

MEDAN, METRODAILY — Bupati Labuhan Batu Utara (Labura), Hendri Yanto Sitorus diminta tidak main-main dalam mengelola layanan kesehatan. Mengingat aspek ini merupakan layanan yang sangat mendasar.

Permintaan itu disampaikan Abyadi Siregar, Direktur MATA Pelayanan Publik—sebuah Lembaga Konsultan Pelayanan Publik—kepada wartawan di Medan, Senin 11 Maret 2024.

Abyadi Siregar mengatakan itu menanggapi wartawan, terkait beredarnya video salah seorang warga yang gagal berobat karena Puskesmas Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Labura tutup pada saat jam kerja.

Dalam video tersebut, warga yang diketahui bernama Nisa Dalimunthe, datang ke Puskesmas Aek Korsik pada Senin 11 Maret 2024, dengan niat berobat. Tapi, sampai pukul 09.35 WIB, Puskesmas Aek Korsik masih tutup. Tidak satu orang pun petugas puskesmas terlihat. Bahkan, pintu puskesmas tidak bisa dibuka karena masih terkuci rapat.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut periode 2013-2018 dan 2018-2023 itu mengatakan, kondisi Puskesmas Aek Korsik yang tutup pada jam kerja itu, menjadi potret betapa kurang baiknya pengelolaan layanan kesehatan di Kabupaten Labura.

“Jangan-jangan, banyak puskesmas di Labura yang menutup layanan pada saat libur. Atau memang layanan kesehatan di Labura, termasuk di puskesmas tutup pada saat hari libur?" tegas Abyadi.

Karena itu, menurut dia, harus ada standar layanan yang jelas dalam tata kelola layanan kesehatan. Apakah layanan puskesmas di Labura tutup pada setiap hari libur atau tidak, dan kalau tutup, harus ada informasi yang jelas kepada masyarakat secara luas.

“Lalu, kalau memang layanan puskesmas tutup pada hari libur, bagaimana pula standar layanan pada hari libur? Kemana masyarakat Labura harus berobat kalau pada saat hari libur? Ini semua harus jelas informasinya kepada masyarakat. Jangan hal ini dianggap enteng,” tegasnya lagi.

Karenanya Abyadi Siregar berharap, Bupati Labura Hendri Yanto Sitorus serius memerhatikan layanan kesehatan ini. Abyadi bahkan berharap, bupati harus memanggil kepala Dinas Kesehatan Labura untuk meminta klarifikasi terkait tutupnya Puskesmas Aek Korsik. Begitu juga kepala Puskesmas Aeks Korsik.

“Kalau ada standar yang dilanggar, saya kira bupati harus mengambil tindakan tegas. Jangan gara-gara perilaku seorang staf, kinerja kepala daerah yang jadi buruk,” pungkasnya. (*)

Editor : Prans Metro
#hendri yanto sitorus #bupati labura #puskesmas aek korsik