Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ratusan Warga Madina Diduga Keracunan Gas PT SMGP, Pemprov Sumut Berkoordinasi Intens dengan Pusat

Pran Hasibuan • Senin, 26 Februari 2024 | 17:15 WIB

 

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara, Mulyadi Simatupang.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara, Mulyadi Simatupang.

 

MEDAN, METRODAILY — Pemprov Sumut terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan pemangku kepentingan terkait lainnya soal ratusan warga Madina yang keracunan diduga dampak kebocoran gas H2S milik PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP).

"Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan (Kementerian) ESDM dan besok, Selasa melalui zoom kita rapat dengan ESDM Pusat terkait hal ini," kata Kepala Disperindag ESDM Sumut, Mulyadi Simatupang menjawab Metrodaily.jawapos.com, Senin 26 Februari 2024.

"Pada prinsipnya Dinas Perindag ESDM melalui cabang dinas wilayah V kami di sana sudah turun ke lokasi," sambung dia.

Berdasarkan informasi yang pihaknya rangkum pada 21 Februari 2024 atau sehari sebelum kejadian, kata Mulyadi, telah ada sosialisasi tentang uji sumur yang telah dilakukan drilling pada lokasi V-01 di Desa Sibanggor Julu.

Pada saat pengujian berdasarkan informasi yang diperoleh camat dari pihak PT. SMGP standar operasi prosedur (SOP) telah dilaksanakan sesuai tahapannya.

Lalu pada pukul 19.30 WIB beredar informasi bahwa beberapa orang mengalami keracunan di Desa Sibanggor Julu dan Sibanggor Tonga yang jaraknya lebih kurang 700 meter, dari lokasi kejadian Desa Sibanggor Tonga lebih dekat sekitar 1000 meter. Gejala yang dialami oleh warga berupa mual-mual dan muntah.

Selanjutnya pihak Pemkab Madina melalui Puskesmas setempat dengan perusahaan dan swadaya masyarakat segera melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Mandailing Natal dan RS Permata Madina, karena tidak dapat ditangani Puskesmas setempat mengingat masifnya korban yang jatuh.

Dalam kejadian tersebut, lanjut Mulyadi lagi, masyarakat Desa Sibanggor Tonga dan Desa Sibanggor Julu sempat dievakuasi ke desa terdekat yaitu Desa Sibanggor Jae, tapi secara mandiri pada malam tersebut kembali ke desa asal.

"Jumlah korban pada malam Jumat tersebut tercatat sebanyak 101 orang dan langsung mendapat penanganan medis dari rumah sakit tersebut. Sabtu, 24 Februari 2024 pukul 13 30 WIB, info dari camat Puncak Sorik Marapi tinggal empat orang lagi yang masih dirawat di rumah sakit, selebihnya telah kembali kekediaman masing-masing," terangnya.

Mulyadi mengungkapkan jika sudah ada hasil koordinasi berupa resume dari Kementerian ESDM akan pihaknya sampaikan lagi ke publik. Termasuk dalam hal-hal yang dianggap sangat prinsip sekalipun, guna merespon kejadian dimaksud. Paling terpenting, kata dia, warga yang terdampak keracunan gas berbahaya tersebut telah ditangani oleh Pemkab Madina dan PT. SMGP. (*)

Editor : Prans Metro
#keracunan gas H2S #Mulyadi Simatupang #PT SMGP #kementerian esdm #Dinas Perindag ESDM Sumut