Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Toba di Siantar

Leo Sihotang • Jumat, 22 Desember 2023 | 12:07 WIB
Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Toba 2023. (foto: Diskominfo Siantar)
Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Toba 2023. (foto: Diskominfo Siantar)
SIANTAR, METRODAILY- Wali Kota Pematang Siantar Susanti Dewayani diwakili Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pematang Siantar Julham Situmorang mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Toba 2023, di Lapangan Aspol Jalan Sangnaualuh Damanik Kota Pematang Siantar, Kamis (21/12).

Apel Gelar Pasukan ini sebagai pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru). Apel diikuti TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, dan Pramuka.

Pada apel tersebut, Wakapolres Pematang Siantar Kompol Pardamean Hutahaean menyematkan pita merah tanda dimulai operasi kepada perwakilan dari oersonel Polres, personel Polisi Milter, personel TNI, personel Brimob, dan personel Dinas Perhubungan.

Wakapolres Pematang Siantar Kompol Pardamean Hutahaean bertindak sebagai Inspektur Upacara membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Disebutkan, Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana (sarpras) yang akan digunakan selama pelaksanaan operasi. Sehingga diharapkan seluruh kegiatan pengamanan perayaan Natal 2023 serta Tahun Baru 2024 (Nataru) dapat berjalan optimal.

Pengamanan Nataru, katanya, merupakan tugas rutin yang harus kita pastikan berjalan aman, nyaman, dan lancar, sebagaimana penekanan Presiden Joko Widodo.

"Natal dan Tahun Baru ini rutinitas, tetapi apapun tetap harus direncanakan, harus dipersiapkan, utamanya yang berkaitan dengan transportasi, pasokan, dan distribusi bahan pokok,” sebutnya.

Hal tersebut, lanjutnya, penting karena momentum Nataru telah menjadi bagian tradisi masyarakat Indonesia yang berimplikasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat.

Berdasarkan survei Kemenhub RI, potensi pergerakan masyarakat pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 diperkirakan mencapai 107,63 juta orang, meningkat sebesar 143.65% atau 63,46 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perayaan Nataru tahun ini juga bertepatan dengan masa kampanye Pemilu 2024, sehingga memiliki potensi kerawanan yang lebih tinggi.

Oleh sebab itu, dalam rangka pengamanan Nataru, Polri didukung TNI, K/L, pemda, mitra kamtibmas, dan stakeholder terkait menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2023” selama 12 hari, mulai 22 Desember 2023 hingga 02 Januari 2024. Operasi ini melibatkan 129.923 personel yang terdiri dari TNI-Polri serta stakeholder terkait lainnya yang ditempatkan pada 1.668 pos pengamanan, 670 pos pelayanan, dan 113 pos terpadu untuk menjamin keamanan 49.676 objek pengamanan.

Pada sisi kamtibmas, untuk menjamin pelaksanaan ibadah Natal berlangsung dengan aman dan khidmat, dipastikan setiap lokasi ibadah sudah disterilisasi dan melibatkan ormas-ormas keagamaan dalam kegiatan pengamanan sebagai wujud toleransi beragama, serta memastikan kehadiran negara pada setiap kegiatan ibadah masyarakat.

Untuk pengamanan perayaan malam Tahun Baru, lakukan pengamanan pada setiap giat keramaian dengan maksimal, terutama yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Selain itu, lakukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan pada lokasi kegiatan secara humanis serta tingkatkan pengawasan distribusi handak komersial maupun petasan agar kegiatan berjalan dengan aman.

Terkait bencana alam, siapkan tim tanggap bencana, rehabilitasi dan sarpras pendukung pada jalur rawan longsor, pelabuhan serta lokasi wisata alam. Tingkatkan juga edukasi kepada masyarakat dan koordinasi dengan BMKG untuk melakukan sosialisasi informasi cuaca, sehingga kita mampu memberikan quick response guna memitigasi dampak bencana.

Selanjutnya yang tak kalah penting adalah lakukan monitoring ketersediaan pasokan dan fluktuasi harga Bapokting. Imbau pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan stok. Apabila diperlukan, lakukan gakkum secara prosedural, namun jangan sampai mengganggu distribusi dan ketersediaan pangan di lapangan. Begitu juga dengan BBM, lakukan monitoring ketersediaan stok BBM dan berikan dukungan kepada pertamina agar dapat melayani masyarakat dengan baik.

Selain itu, lakukan penguatan strategi komunikasi publik melalui berbagai saluran komunikasi yang ada. Sosialisasikan setiap kebijakan rekayasa lalu lintas maupun perubahan arus secara masif dan pastikan setiap informasi tersampaikan dengan baik, agar masyarakat betul-betul terbantu dengan informasi yang diberikan dan mendukung kelancaran operasi.

Selanjutnya hal yang paling penting adalah terus tingkatkan sinergisitas dan soliditas selama pelaksanaan tugas, karena hal tersebut merupakan kunci utama keberhasilan operasi.

"Sebelum mengakhiri amanat ini, tentunya saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel pengamanan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, BPJT, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Mitra Kamtibmas lainnya, maupun seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung Operasi Lilin 2023. Kepada seluruh personel saya berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan.

Jadikan pengamanan Nataru sebagai sebuah kebanggaan dan niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ladang ibadah," terangnya.

"Terakhir, saya mengucapkan “Selamat Natal 2023 dan Tahun Baru 2024”. Semoga cahaya dan cinta kasih Tuhan senantiasa menyelimuti relung hati kita semua sehingga melahirkan semangat serta harapan baru, demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045," sambungnya. (esa) Editor : Leo Sihotang
#400 Pelajar SMP Siantar Divaksin #Siantar