Hadir di acara itu, Ketua Satgas Stunting Sumut Nurjani Rasyid selaku perwakilan BKKBN Provsu, mewakili Pimpinan Bank Indonesia, sejumlah pimpinan OPD, Camat dan Lurah, Kepala Puskesmas se-Kota Sibolga, perwakilan Baznas Sibolga, tim pendamping keluarga, tenaga petugas gizi, satgas stunting Kota Sibolga, koordinator PLKB se-Kota Sibolga.
“Diseminasi Audit Kasus Stunting merupakan salah satu kegiatan prioritas dalam rencana aksi nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting,” kata Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut
Pria yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Sibolga itu juga berharap, agar seluruh Camat dan Lurah di Kota Sibolga dapat bekerja secara maksimal dalam menjalankan wewenangnya menyelesaikan persoalan stunting, sesuai dengan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga untuk mewujudkan Sibolga Sehat, Pintar dan Makmur.
“Pemerintah Kota Sibolga akan senantiasa mendukung dan berkolaborasi dengan lembaga terkait untuk menangani stunting. Untuk itu, mari kita bergotong-royong bersama seluruh stakeholder yang ada di setiap wilayah bagaimana bisa menanggulangi hal ini. Tentunya kita bertekad, mudah-mudahan tahun 2024 kita bisa berhasil terbebas dari stunting,” tegas Pantas.
Sebelumnya, Kadis PPKB Richard M. Pangaribuan selaku ketua panitia menyampaikan, tujuan kegiatan itu adalah untuk mengidentifikasi resiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran, mengetahui penyebab resiko terjadinya stunting sebagai upaya pencegahan.
“Kemudian juga sebagai perbaikan tata laksana kasus, menganalisa faktor resiko terjadinya stunting pada baduta serta memberikan rekomendasi penanganan, perbaikan serta upaya pencegahan yang harus dilakukan,” jelas Richard seraya menambahkan dalam kegiatan itu menghadirkan 4 narasumber baik secara luring maupun daring.
Selanjutnya, acara diisi dengan pemaparan oleh dr Rina Anggraini selaku spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kota Sibolga, dr Juhriani Malahayati Lubis selaku spesialis obgyn dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Kota Sibolga yang dilakukan secara luring.
Kemudian pemaparan oleh Yatti Destani Sandy dari Asosiasi Institut Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) Medan via zoom daring, dan Adinda Samira dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPS) Medan melalui luring. (ril/rb) Editor : Metro Daily