Lokasi wisata dan sport area yang berada di Perbukitan Siatas Barita itu dan memiliki landscap indah, direkomendasikan menyediakan sarana dan fasilitas wisata dan olahraga representatif yang terintegrasi dengan pengembangan pembangunan Kawasan Wisata Salib Kasih (ikonik wisata daerah).
Peresmian diawali dengan kebaktian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.
Bupati Nikson Nababan menyampaikan, pengembangan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Salib Kasih tentu saja tidak hanya berhenti sampai disitu. Akan tetapi, Tahun 2024 akan dilanjutkan pembenahan DTW Salib Kasih pada area monumen; agar tidak tertinggal lewat pembangunan rumah ibadah yang diperindah dengan penataan landskap-nya.
"Langkah pengembangan lain, lokasi ini menjadi 'one stop tourism', tentu berharap kolaborasi pentahelix (akademisi, pebisnis, pemerintah, komunitas, dan media).
Sistem bauran bagi tiap pihak akan mendorong perkembangan sektor pariwisata, serta merta dengan berbagai kendala teknis, misalnya mahalnya harga tiket penerbangan hutan dan lainnya,"tandas Nikson.
Bupati menyerukan agar pelaku dagang souvenir dan makanan disana, dapat menyesuaikan "apa yang bisa dilihat, apa yang bisa di makan dan apa yang bisa dibeli" oleh para wisatawan atau masyarakat saat berkunjung ke lokasi tersebut.
Dilaporkan, sebelum peresmian sekitar 4 bulan terakhir, di lokasi proyek tampak aktivitas pembangunan sarana wisata dan olahraga, yang disebut-sebut mengedepankan konsep integratif, ramah lingkungan dan mengadopsi gaya klasik kultural daerah.
Pemerintah kabupaten sendiri menyebutkan, proyek ini terwujud atas lobi yang dilakukan Bupati Taput Dr.Drs.Nikson Nababan,MSi dengan pendanaan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023, bernilai kurang lebih 15, 5 milliar rupiah dan dikerjakan oleh 5 pihak kontraktor berpengalaman.
Kepala Dinas Pariwisata Taput Sasma Situmorang menguraikan, proyek menyasar pembangunan pada 5 bahagian besar yakni: Pembangunan gedung pusat kreasi destinasi pariwisata dengan total pagu: Rp.5.530.377.817.19 diatas luas area sekitar 1.375 meter persegi.
Pada bangunan ini, terdapat ruangan yang dapat dijadikan bengkel-bengkel seperti bengkel kuliner, ulos, sanggar seni dari kegiatan lain yang dapat menopang kemajuan pariwisata.
Kemudian, pembangunan fasilitas rekreasi penunjang kegiatan wisata dengan total pagu sebesar Rp.3.900.620.000 yang akan membangun plaza area pengunjung dengan luas sekitar 860 meter persegi. Dapat dijadikan tempat kongko-kongko, bersilaturahim dan tempat menikmati sajian kuliner.
Selain itu, pembangunan gajebo: untuk tempat santai dan melepas lelah setelah melakukan olahraga serta pembangunan kios kuliner.
Menara Pandang
Proyek menarik yang direkomendasi antara lain pembangunan menara pandang yang mempunyai ketinggian struktur kira-kira 18 meter.
"Pada ketinggian lantai 5, wisatawan dapat memandang alam Tapanuli Utara dengan bebas, karena pandangan pada ketinggian ini mempunyai sudut pandang 360°, ketika pagi dan sore harinya. Ketika awan turun, seakan-akan berada pada negeri di atas awan.
Ketiga adalah pembangunan taman wisata olah raga dengan pagu sebesar Rp.2.759.957.204.28 meliputi pembangunan jalur bersepeda dengan panjang kurang lebih 450 meter dan lebar 2 meter, menggunakan bahan paving block.
Pekerjaan joging track sepanjang kurang lebih 500 meter dan pembagunan jalur refleksi melengkapi sarana olah raga dan kesehatan untuk orang yang mengidap penyakit reumatik dan sejenisnya.
Selanjutnya, pembangunan lapangan out door fitness; di lengkapi alat-alat yang dapat dimainkan orang tua, remaja, dan anak-anak dengan beragam cara penggunaan serta lapangan skate park khusus anak muda untuk melakukan olah raga ekstrim.
Masih di item ini, pembangunan lapangan multifungsi. yang mempunyai luas kurang lebih 1.150 meter persegi untuk menampung berbagai macam kegiatan olah raga seperti: futsal, badminton, basket dan lain lain.
Keempat adalah fasilitas umum dengan pagu sebesar Rp.1.197.000.000, meliputi pekerjaan parkir.
"Parkir ini terdiri dari dua blok yakni; parkir bawah untuk pengunjung yang ingin melakukan kegiatan olah raga dan bermain di lapangan/tempat bermain dan parkir atas untuk wisatawan yang akan mengunjungi menara pandang.
Terakhir adalah pembangunan fasilitas aksesibilitas dengan pagu sebesar Rp.706.196.345.06 meliputi pembangunan jalan di dalam kawasan yang menghubungkan jalur olah raga- kantor- joging track- sarana olah raga lainnya.
Kemudian pembangunan lampu taman, papan interpretasi kawasan dan petunjuk arah.
Pantauan di lapangan, begitu memasuki kawasan, wisatawan terutama generasi muda , akan terinsipirasi untuk mencintai lingkungan, berperilaku hidup sehat dan bersih. (JPS) Editor : Leo Sihotang