"Iya, benar (dihentikan). Sudah 10 hari pencarian," kata Humas Kantor Basarnas Medan Sariman Sitorus, Kamis (26/10/2023).
Sariman mengatakan penghentian pencarian itu dilakukan sejak Rabu (25/10/2023). Sebelum dihentikan, Basarnas telah memperpanjang waktu pencarian selama tiga hari.
"Iya (diperpanjang tiga hari)," jelasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Resman Saragih juga membenarkan penghentian pencarian itu. Resman mengatakan pencarian terakhir dilakukan Rabu (25/10/2023).
"Kemarin memang hari terakhir pencarian korban longsor Bukit Simarsolpa. Secara SOP sudah disampaikan oleh Koordinator Basarnas Danau Toba Bapak Hisar Turnip. Dengan demikian, seluruh personel Basarnas sudah meninggalkan lokasi kejadian," terang Resman.
Meski pencarian sudah dihentikan, kata Resman, petugas masih akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Hal itu juga berdasarkan permintaan dari keluarga korban.
"Akan tetapi sesuai dengan permintaan keluarga korban, maka BPBD TNI/Polri, pemerintah setempat, dan masyarakat masih tetap melaksanakan pemantauan di lokasi longsor," jelasnya.
Resman mengatakan, Tim SAR gabungan telah berupaya untuk mencari jasad kedua korban. Namun, hingga pencarian dihentikan, kedua korban tak juga kunjung ditemukan.
Menurutnya, petugas yang melakukan pencarian juga mengalami kendala dengan material batu longsoran yang berukuran cukup besar. Selain itu, hujan yang terus turun dalam beberapa hari terakhir juga menyulitkan petugas mencari kedua korban.
"Sesuai dengan kemampuan kita, sudah kita kerahkan semua kekuatan. Materialnya dominan batu dan besar-besar. Kedalaman timbunannya ada yang sampai 15 meter, dengan Medan yang sulit dan musim hujan pula, basah. Memang personel di lapangan juga berisiko tinggi, mudah-mudahan sampai saat ini aman semua personel," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa longsor Bukit Simarsolpa terjadi di Huta I Simarsolpa, Nagori Durian Banggal, Kecamatan Raya Kahean. Longsor itu diperkirakan terjadi Minggu (15/10) sekitar pukul 11.30 WIB.
Dua warga yang hilang, yakni Ejan Sitanggang (38) dan Jelmin Saragih (56). Keduanya merupakan warga setempat.
Saat kejadian, kedua korban tengah memperbaiki saluran pipa air bersih yang berada di kaki Bukit Simarsolpa tersebut. Namun, akibat curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir mengakibatkan bukit tersebut longsor dan menimpa kedua korban.
Petugas sudah mengerahkan sejumlah alat berat ke lokasi kejadian untuk membantu pencarian kedua korban. Namun, keduanya tidak juga ditemukan. (dtc) Editor : Metro Daily