Mulai dari anak-anak muda hingga dewasa bahu membahu memberikan partisipasinya dengan membawa semangat untuk menjaga kelestarian dan stabilitas lingkungan hidup.
Tokoh masyarakat Desa Selotong, Syahril Al Habil, mengatakan semangat yang dibawa mereka didasari atas keresahan yang dialami setiap enam bulan sekali.
Sebab, dalam kurun waktu tersebut acapkali terjadi abrasi atau pengikisan tanah yang membahayakan keberlangsungan hidup masyarakat.
"Abrasi selalu terjadi apabila pasang besar terjadi kenaikan air. Itu perputarannya bisa dikatakan 6 bulan sekali biasanya abrasi kenaikan daripada air," kata dia, Jumat (20/10/2023).
Pria berusia 47 tahun itu mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi relawan Ganjar Pranowo tersebut. Adanya penanaman ratusan bibit dan edukasi terkait mangrove ini diharapkan mampu memitigasi abrasi.
"Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan mangrove di desa kami. Dimana kiranya mudah-mudahan bantuan ini sangat bermanfaat yang kami harapkan dari dulu, kiranya dapat lebih baik lagi yang namanya hutan yang ada di wilayah sekitar kami," tutup dia.
Korda Usbat Ganjar Kabupaten Langkat, Muhammad Rizki, mengungkapkan aksi ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang resah atas abrasi di wilayah tersebut setiap beberapa bulan sekali.
"Kegiatan ini permintaan dari masyarakat karena kejadian-kejadian yang selama ini telah terjadi baik itu abrasi dan juga banjir sehingga datang masyarakat ke kita bagaimana edukasi penanaman mangrove ini bisa dilaksanakan di desa ini karena kejadian-kejadian tersebut," katanya.
Rizki mengajak masyarakat setempat untuk selalu menjaga lingkungan serta berperan aktif memitigasi bencana di wilayahnya, salah satunya dengan menanam dan merawat kawasan mangrove itu.
"Harapan kita bagaimana kegiatan ini mampu untuk menahan dan memerbaiki ekosistem di daerah pesisir pantai khususnya di desa kita ini di Selotong dan juga menahan-nahan abrasi dan juga banjir yang ada di daerah pesisir pantai," pungkasnya. (*) Editor : Prans Metro