Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Harapan Para Lansia Pasien Operasi Katarak Martabe

Samman Metro • Jumat, 13 Oktober 2023 | 09:36 WIB
Bupati Tapsel dan Presdir PTAR membuka perban dan meneteskan obat mata pasien Operasi Katarak Gratis Martabe, Kamis (12/10/2023) di RSUD Sipirok, Tapsel. (Samman/MetroDaily)
Bupati Tapsel dan Presdir PTAR membuka perban dan meneteskan obat mata pasien Operasi Katarak Gratis Martabe, Kamis (12/10/2023) di RSUD Sipirok, Tapsel. (Samman/MetroDaily)
TAPSEL, METRODAILY - PT Agincourt Resources (PTAR), sebagai pengelola Tambang Emas Martabe kembali menggelar operasi katarak, dan Kamis (12/10/2023) ini dilakukan pembukaan perban di RSUD Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara. Mayoritas pasien merupakan lanjut usia dan berharap kembali bisa melihat demi beribadah dan bekerja.

Seorang wanita tengah baya yang duduk di barisan paling belakang, tampak meraba-raba sekitar dua kakinya. Ia berusaha meraih botol minum yang tercecer di bawah tempat duduknya. Tentu saja upayanya payah, karena kedua matanya masih diperban pasca operasi katarak di RSUD Sipirok yang dilaksanakan sehari sebelumnya, Rabu (11/10/2023).

Lansia itu Masna Hasibuan (61), merupakan warga Desa Goti, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan. Masna merupakan salah satu dari 860 orang warga Sumatra Utara yang telah mendapat tindakan operasi katarak gratis dalam program Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis Martabe tahun 2023 ini.

Masna merupakan petani tua, dan menderita katarak sejak setahun belakangan ini. Pandangannya buram, hanya bayangan hitam jika melihat orang mendekatinya. Seperti pasien lainnya, Masna ingin pengelihatannya kembali normal, agar leluasa beraktifitas sedia kala. Beribadah tanpa menunggu bantuan anggota keluarganya.

"Alhamdulillah ini sudah bisa terbaca," Masna bersemangat menunjuk tulisan bagian belakang baju orang di depannya, seusai perban dibuka dan ditetes obat di kedua matanya.

Di sebelah Masna, duduk Siti Norma Harahap (66). Warga Situmba, Sipirok ini menderita karatak yang lebih parah sejak 4 bulan belakangan ini. Meski hanya pada bagian kanan, pengelihatan yang buram itu sangat membuatnya sulit beraktifitas. Siti Norma pun merupakan seorang petani di desanya.

"Ini dulu karena terlalu resah, gundah, tidak makan dan tidak bisa tidur selama dua minggu, makanya begini mataku," cerita nenek 7 cucu dari 3 anaknya itu.

Masna dan Siti Norma, merupakan dua orang tua dari sekian lansia pasien katarak yang ingin bangkit bisa kembali melihat, tanpa menyusahkan keluarga sekitar. Kembali beraktifitas normal dan beribadah secara khidmat. Mereka pun berterimakasih dan sangat bersyukur, bisa meneruskan sisa usia dengan pengelihatan yang baik.

Presiden Direktur PTAR Muliady Sutio menerangkan, dalam operasi katarak yang dilaksanakan di RSUD Sipirok, telah berhasil melakukan tindakan operasi terhadap lebih 100 mata dari 86 orang. Program Operasi Katarak Martabe telah dilakukan sejak 2011 lalu, dan untuk tahun ini ditargetkan dapat mengoperasi 1000 mata. Meski pun target terlampaui, Muliady pun menegaskan PTAR akan terus menerima pasien yang mendaftar.

"Dan kita menerima siapa pun. Bagi siapa yang akan operasi katarak, datang saja, tidak perlu administasi yang panjang dan beragam, akan dilayani dan dibimbing oleh relawan kita," ajak Sutio.

Selain RSUD Sipirok, operasi katarak juga sudah dilaksanakan di RS Bhayangkara tk IV Batangtoru. Selanjutnya, dalam waktu dekat juga akan dilakukan di RS Mata Pematang Siantar dan RS Mata 77 Mencirim Kota Medan.

"Karena itu, kami memohon dukungan dan doa kita agar PTAR selalu bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat luas. Dan dengan operasi katarak ini, bapak ibu bisa kembali membuka mata dan lihat indahnya dunia," pungkas Muliady Sutio sembari secara seremoni membuka kegiatan operasi katarak ini.

Dalam kegiatan pembukaan perban dan tetes obat mata pasca operasi ini, turut hadir Bupati Tapanuli Selatan Dolly PP Pasaribu dan GM Operasional PTAR Rahmat Lubis, serta Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Sipirok.

Dolly Pasaribu berterimakasih dengan kontribusi Tambang Emas Martabe ini, dan berharap akan terus membantu pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di Tapanuli Selatan.

"Sebelumnya kami meminta ini diperluas, ternyata sudah. Sebagai Bupati saya berterimakasih kepada PTAR, ini sudah 860 orang berasal dari Tabagsel sudah dilakukan operasi katarak," ungkapnya sekaligus meminta dukungan PTAR untuk peningkatan akreditasi RSUD Sipirok.

Terakhir, Dolly pun berpesan kepada para pasien operasi katarak menaati anjuran dokter dan relawan, pasca dilakukan operasi. Agar nantinya, proses penyembuhan berjalan sempurna dan kembali bisa melihat secara baik. (SAN) Editor : SAMMAN
#PTAR #dolly pasaribu #martabe #Polres Tapanuli Selatan #operasi katarak