Kepada wartawan, Ribu Simatupang yang merupakan tokoh masyarakat setempat mengatakan, kondisi jalan itu sudah sangat memprihatinkan, dan pihaknya pun mendapat informasi, telah banyak korban berjatuhan. Ada anak-anak, orang dewasa dan harta bendanya. “Masyarakat berharap kepada Pj Gubernur Sumatra Utara Hassanudin agar sesegera mungkin meiperbaiki jalan yang sudah rusak parah ini,” kata Ribu Simatupang.
Ribu menjelaskan, ruas Jalan Tugu Ikan-Aek Horsik merupakan jalan lingkar (ring road) luar Kota Pandan yang menghubungkan Kelurahan Sibuluan Indah-Pasar Baru-Aek Tolang-Desa Aek Garut, hingga tembus ke Desa Aek Horsik. “Ruas jalan ini merupakan jalan provinsi di bawah tanggungjawab Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatra Utara. Sehingga perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan,” katanya.
Aktivis LSM itu juga menjelaskan aturannya sudah ada yakni UU Nomor 2/2022 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 38/2004 tentang Jalan. “Kalau kita merusak jalan, ada sanksinya. Begitu pula kalau jalan rusak dan memakan korban, ada juga sanksinya,” kata Ribu.
Menurut Ribu, Jalan Tugu Ikan sekarang benar-benar padat, karena sudah menjadi jalur bisnis. Ada beberapa perusahaan di sepanjang jalan, ada usaha gudang semen, gudang unilever, kraser dan juga komplek perumahan masyarakat. “Dipastikan, mobilitas kendaraan di sepanjang jalan di Kelurahan Sibuluan Indah dan Pasar Baru, yakni, Jalan Tugu Ikan- Abdul Rajab Simatupang- Feisal Tanjung, selalu ramai sejak pagi hingga malam hari,” katanya.
Selama ini, sambungnya, ruas jalan itu cuma dilakukan pemeliharaan dengan metode tambal sulam, tetapi saat ini kondisinya semakin parah dan di beberapa titik telah membentuk kubangan besar dan selalu digenangi air. “Dalam waktu dekat, kami akan melakukan aksi ke Kantor Gubernur dan Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, supaya semua terang benderang. Salam sehat, Salam Parhuta-huta!,” tandasnya. (ril/rb) Editor : Leo Sihotang