Massa yang berjumlah sekitar 500 orang tersebut datang dengan membawa alat pengeras suara dan beberapa poster dan spanduk.
Tampak salah satu poster menampilkan wajah mantan Ketua Bawaslu Tapteng yang kini kembali terpilih sebagai komisioner Bawaslu Tapteng periode 2023-2028, Setiawaty Simanjuntak. Foto Setiawaty pun tampak distempel dengan tulisan "pecat".
Kemudian, tertulis juga "Seti Wati Simanjuntak Komisioner Bawaslu Kabupaten Tapanuli Tengah diduga Ratu penghianat demokrasi".
Tak hanya itu, masih ada poster lainnya, yang menampilkan wajah salahsatu Komisioner terpilih lainnya yakni Rommy Pasaribu yang duduk sambil makan durian dengan seorang anggota DPR RI Masinton Pasaribu.
Adapun pernyataan sikap massa yang disampaikan pada aksi tersebut di antaranya:
1. Menolak dengan tegas keputusan Bawaslu RI terkait penetapan hasil penilaian uji kelayakan dan kepatutan anggota Bawaslu Kabupaten Tapanuli Tengah periode 2023-2028 dengan alasan sebagai berikut :
2. Meminta dan menuntut Bawaslu RI untuk membatalkan penetapan hasil penilaian uji kelayakan dan kepatutan anggota Bawaslu Kabupaten Tapanuli Tengah periode 2023-2028 dengan penetapan baru yang mengangkat dan mengakomodir Komisioner Bawaslu Tapteng yang memiliki kualitas, integritas dan independensi serta mengakomodir kemajemukan, Kebhinekaan agama yang hidup di masyarakat Tapteng.
3. Kami akan terus melakukan aksi turun ke jalan hingga tuntutan kami dijalankan Bawaslu RI.
Pada kesempatan tersebut, tidak ada satupun Komisioner atau staf Bawaslu Tapteng yang menerima para pendemo.
Sekira pukul 10.15 WIB, massa kemudian bergerak menuju kantor DPRD Tapteng.
DPRD Janji akan Berjuang
Usai menyampaikan aspirasinya didepan gedung DPRD Tapteng, massa kemudian diterima oleh Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu dan beberapa anggota DPRD Tapteng lainnya dengan mendatangi massa yang berorasi.
Perwakilan massa dari PC IMM, PC HIMMAH, PC IPNU, GAMKI, dan KOKAM kemudian diundang masuk ke kantor DPRD untuk berdialog terkait tuntutan aksi yang disampaikan.
Raja Hutabarat, salah seorang orator aksi kemudian membacakan pernyataan sikap mereka kemudian menyerahkannya kepada Ketua DPRD Tapteng untuk ditindaklanjuti ke Bawaslu RI.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu kemudian mengakomodir seluruh poin yang disampaikan dalam pernyataan sikap tersebut, dengan membacakannya di depan massa pendemo.
"Menerima poin-poin yang perlu menjadi perhatian anggota DPRD untuk nantinya kami tindaklanjuti ke tingkat lebih tinggi," kata Kiyedi.
Di akhir pernyataannya, Kiyedi mengaku siap memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan pada pendemo, demi kebaikan Kabupaten Tapanuli Tengah.
"Demikian pernyataan sikap kami ini, selalu pimpinan DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah bersama Wakil Ketua dan seluruh Fraksi di DPRD Tapteng dan kami pastikan berjuang sampai titik darah penghabisan," pungkasnya. (ts) Editor : Metro Daily