Dua angin puting beliung yang berwarna putih dan sangat tinggi terlihat membelah perairan Danau Toba dan terlihat sangat jelas dari pemandangan Huta Ginjang Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Informasi yang dihimpun dari petugas Geopark Kaldera Toba di Kecamatan Muara, Switno Rajagukguk, angin puting beliung membuat masyarakat yang ada di perairan Kabupaten Toba, Kecamatan Porsea, panik dan berusaha melihat lebih dekat pemandangan yang langka itu.
"Dua angin puting beliung terlihat jelas dari Huta Ginjang Muara dan ini pemandangan langka di Danau Toba," kata Switno.
Sementara itu, petugas Geosite di Bakkara, Humbang Hasundutan, Gonggom Lumban Toruan menyampaikan, ada mitologi yang beredar di masyarakat Toba tentang fenomena puting beliung yang sudah jarang terjadi.
"Sewaktu kami masih anak-anak, diceritakan kemunculan puting beliung dikarenakan adanya dua naga (dari atas dan dari bawah) yang bertarung di Danau Toba. Kalau naga atas yang menang, maka itu pertanda akan musim kemarau. Sebaliknya kalau naga bawah menang, pertanda akan musim hujan dan para tetua dahulu punya ritual menangkal kehadiran mereka di daratan, dengan membaca mantera tertentu serta menancapkan sebilah pedang di tanah menghadap puting beliung," kata Gonggom.
Ia juga meyakini kedatangan dua angin puting beliung ini mengisyaratkan sebuah pertanda ke depannya. (anc) Editor : Metro Daily