Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Baru Lulus SMA, Remaja 16 Tahun Tewas Tolong 2 Adik

Metro Daily • Kamis, 22 Juni 2023 | 16:16 WIB
Korban menyelamatkan dua adiknya yang tenggelam di Danau Toba akhirnya meninggal dunia. Ia meninggal dunia. (Foto: net)
Korban menyelamatkan dua adiknya yang tenggelam di Danau Toba akhirnya meninggal dunia. Ia meninggal dunia. (Foto: net)
TOBA, METRODAILY - Aksi heroik dipertunjukkan Samuel Gultom (16), remaja dari Desa Nauli Siahaan Toruan, Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Ia tewas tenggelam di kawasan Danau Toba tepatnya di Pantai Pasir Putih Parparean, Selasa (20/6/2023) sekira pukul 17.00 WIB, saat berjuang menyelamatkan nyawa dua adiknya.

Diawali niatan mandi-mandi, korban bersama 5 orang temannya dan berangkat dari rumah menuju Pantai Pasir Putih Parparean Kecamatan Porsea. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB.

Informasi diperoleh, mereka berangkat dari kampung 6 orang. Setiba di lokasi, dari rekaman video yang didapat dari teman korban, mereka melakukan aktifitas olahraga sit-up dan pull-up di atas Pasir Putih Paroarean.

Usai berolahraga, mereka mandi-mandi tepat di dekat Galangan Kapal Parparean yang alirannya langsung ke Sungai Asahan.
Ke-6 remaja tersebut Adi Paskah Siahaan (16), Ando Siagian (15), Ifan Marpaung (15), Daniel Gultom (13) adik ketiga Korban, Esron Gultom (15) adik kedua korban dan Samuel Gultom (16) yang jadi korban tenggelam. Samuel baru tamat SMA tahun 2023 ini.

Diceritakan Ando Siagian dan Adi Paskah Sihaan, awalnya mereka berenang sambil bermain di pantai Danau Toba tepatnya di samping kapal kayu yang sedang sandar di Pelabuhan Parparean. Mereka berenang sekitar 1 jam lamanya.

Sesaat sebelum peristiwa terjadi, Ando Siagian dan Esron Gultom berenang di sebelah kanan kapal yang sandar di Galangan Kapal Parparean yang lumayan dalam.

Saat mereka berdua berenang, tiba-tiba Esron Gultom kelelap dan berupaya meraih kakinya sembari berteriak minta tolong.

“Melihat itu saya berupaya memegang ban yang bergantung di pinggir kapal dan berupaya menarik kaki saya yang dipegang Esron bermaksud membantunya naik ke atas. Di saat saya tarik, tiba-tiba tangan Esron lepas dari kaki saya,” ujar Ando mengisahkan.

“Melihat itu, saya berupaya ke pinggir dan melihat Esron mulai kelelap. Terus saya berteriak minta tolong kepada Daniel Gultom adik Esron. Sedangkan Samuel Gultom (korban) saat itu berenang agak jauh dari kami. Di saat Daniel berupaya menolong Esron, tiba-tiba mereka berdua jadi kelalap hingga terbawa air ke bawah kapal yang bersandar mengarah ke Pantai Pasir Putih (Timur). Terus saya berteriak minta tolong yang akhirnya didengar Samuel Gultom,” lanjutnya bercerita.

“Begitu Samuel mendengar teriakan saya, Samuel berenang berupaya mengejar kedua adiknya yang mulai kelelap dari kanan terus ke bawah kapal. Samuel berupaya keras menolong Esron dan Daniel yang mulai kelelap. Awalnya dari kanan terus ke bawah lambung Kapal. Begitu Samuel dekat dengan Esron dan Daniel, Samuel langsung berupaya sekuat tenaganya mendorong Esron dan Daniel ke kiri lambung kapal kayu dengan kakinya supaya selamat. Namun Samuel masih di dalam air berupaya berenang dan mulai kelelap,” ujarnya lagi.

Akhirnya Esron dan Daniel selamat ke pinggir. Namun naas Samuel Gultom akhirnya kelelap ke dasar Danau di kiri lambung Kapal.
Tenggelamnya Samuel diduga karena kecapekan menyelamatkan nyawa adiknya yang akhirnya membuat Samuel Gultom jadi tenggelam terbawa sedoton arus Danau Toba yang berdekatan dengan aliran sungai Asahan, satu satu aliran air Danau Toba menuju Laut.

Disebutkan Ando, begitu melihat Samuel tenggelam, dia berupaya berteriak meminta tolong kepada para warga yang kebetulan ada dan berwisata di sekitaran lokasi.

Namun tidak ada yang mendengar karena tiupan angin dari arah Danau Toba (barat) ke arah daratan (timur) membuat suara Ando Siagian tidak bisa memantul ke arah warga yang ramai di arah selatan pada lokasi pantai Pasir Putih Parparean.

Berselang 15 menit ada 2 orang laki-laki datang berlari dari arah selatan pantai memakai jaket pelampung dan membawa dua ban serta satu jaket pelampung. Setiba di lokasi pria yang membawa alat tersebut langsung melemparkan ban ke arah tenggelamnya Samuel Gultom namun Samuel tidak kelihatan lagi.

Selanjutnya pria itu berenang dan menyelam dari kanan ke bawah lambung terus menuju kiri kapal dan akhirnya Samuel ditemukan tersangkut di bawah dan ditarik keluar.

“Setiba di daratan pantai, Samuel langsung diberi pertolongan pertama oleh seorang laki-laki yang tidak kami kenal dan berupaya mengeluarkan air yang masuk ke perut Samuel. Saat itu ada seorang wanita memberikan napas buatan dan laki-laki berupaya menekan dada Samuel sambari berupaya mengeluarkan air,” katanya lagi.

Kaki Samuel juga sempat diangkat ke atas untuk mengeluarkan air, seketika itu Samuel sempat batuk dan bernapas namun sudah lemah.

“Begitu melihat Samuel batuk dan ada napas, para warga langsung membawa korban ke rumah sakit melewati Caffe Napitulu dan dibawa ke RSUD Porsea dengan mengunakan mobil Carry warna merah. Jadi Samuel tenggelam karena menolong dan menyelamatkan ke dua adik kandungnya,” terang Ando Siagian diamini Adi Paskah Siahaan.

Namun ternyata, korban tidak bisa diselamatkan lagi dan meninggal. (net) Editor : Metro Daily
#Tenggelam di Danau Toba