Sesuai pantauan awak media, koordinator aksi, Abdul Azis dalam orasinya menyebutkan, Dinas Kesehatan Kota Sibolga bertanggungjawab untuk melakukan penyuluhan Kesehatan, penyuluhan hidup sehat dengan berolah raga bagi masyarakat”, ujarnya di depan kantor Dinas Kesehatan Sibolga.
Masih katanya, Dinas Kesehatan Sibolga menggangarkan Software pengelolaan data dan informasi Kesehatan dengan dana sebesar Rp.133.901.000.- pada 2022 untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi layanan kesehatan, ungkap Azis.
Atas dasar itu, kami aliansi mahasiswa melakukan penelusuran Software yang diadakan tahun 2022 , maka kuat dugaan kami belanja pengadaan data dan informasi Kesehatan tidak dilaksanakan alias fiktif”, ujar koordinator aksi.
Usai menyampaikan orasi didepan kantor Dinas Kesehatan, para demonstran memberikan tuntutan aksi tersebut dan langsung diterima oleh Sekretaris Dinkes Sibolga, dr.Donna Pandiangan.
Sementara itu Aldi Ridwansyah yang diminta tanggapannya menyebutkan mereka hanya sebahagian yang hadir. “Saat ini memang tidak begitu banyak massa yang hadir untuk menyampaikan tuntutan aksi kami. Tapi bila jawaban surat yang telah kami sampaikan belum dijawab dengan waktu singkat, kami akan melakukan kembali aksi damai kedua dengan jumlah masa lebih banyak lagi, kata Ridwan.
Sekretaris Kesehatan Kota Sibolga, dr.Donna Pandiangan yang diminta tanggapannya terhadap tudingan para demonstrasi, mengatakan, demo seperti itu menurutnnya kurang etis. "Ya setidaknya sebelum melakukan aksi demo, bagusnya datang ke Dinas kesehatan dan lansung mempertanyakan secara langsung. Kami pasti menjelaskan soal tuntutan mereka,” sebut Donna.
Masih kata Donna, pengadaan software yang dituding fiktif itu tidaklah benar. Karena barang itu sudah berfungsi dan bermanfaat guna. "Jadi tidak benar pengadaan Software fiktif,” tutupnya.
Saat aksi demo itu, personil Polres Sibolga melakukan pengamanan berjalannya aksi. (net) Editor : Metro Daily