20 anak termasuk di antaranya balita mengalami gejala muntah, lemas, mencret dan pusing setelah sebelumnya diduga mengkonsumsi jajanan bakso bakar pada pagi sekitar pukul 10.00 Wib.
"Jam 10 tadi anak anak ini makan bakso bakar dari penjual keliling, namun sampai di rumah dia katanya lemas mau tidur, setelah dua jam kemudian dia langsung muntah, baru kita bawa ke Puskesmas," kata Siti Arni, orangtua korban yang mendampingi anaknya mendapat perawatan di Puskesmas Mompang Julu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina dr Muhammad Faisal Situmorang mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan sampel makanan yang diduga penyebab keracunan. Selanjutnya akan diuji di laboratorium yang ada di Kota Medan.
"Sampel makanan saat ini sudah kita ambil, kondisi pasien juga saat ini sudah mulai membaik dan pulih," ucapnya kepada wartawan.
Faisal juga merunut, dari 20 orang anak dan balita ada 2 orang yang mengalami demam, namun 1 orang pasien demam sudah berangsur pulih pada hari itu juga.
"Dan beberapa pasien sudah ada yang minta pulang, namun masih kita tahan untuk upaya kesembuhan total. Kita juga memastikan agar pelayanan kesehatan pada masyarakat dapat ditangani dengan baik," katanya.
Sementara Kapolsek Panyabungan melalui Kanit Reskrim Iptu P Ritonga mengatakan, sudah mengamankan makanan berupa bakso dan tahu yang diduga penyebab keracunan tersebut.
"Saat ini kita sudah mengamankan beberapa jenis makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ini, dan hal ini nanti akan kita serahkan ke P2B untuk dilakukan pengujian sampel." katanya kepada wartawan.
Dari hasil tersebut, Kanit Reskrim mengatakan nantinya menjadi dasar pihak kepolisian untuk melakukan proses penyelidikan apabila ada dugaan keracunan. (san) Editor : Metro Daily