”Dengan adanya persoalan tersebut, pihak management PTPN 4 Kebun Pulau Raja diduga melakukan pembiaran terhadap kondisi tanaman kelapa sawit tersebut di lokasi itu," ujar Nova, yang merupakan salah seorang aktivis di Kabupaten Asahan didampingi beberapa aktivis lainnya pada beberapa waktu lalu.
Padahal berdasarkan informasi, lanjut mereka, pihak management PTPN 4 telah mengeluarkan biaya perawatan terhadap tanaman kelapa sawit tersebut setiap tahunnya.
Mereka mengungkapkan, jika kondisi areal tanaman kelapa sawit tersebut terkesan tidak terawat seperti itu, maka disinyalir kuat dapat merugikan management PTPN 4 tersebut.
"Disamping itu, dipastikan akan menghambat pertumbuhan dari tanaman sawit tersebut," pungkasnya.
Senada juga diungkapkan oleh Ketua Lembaga Pemerhati Asahahn, Zainul Azhar. Dirinya merasa prihatin dengan adanya kondisi tanaman kelapa sawit milik PTPN 4 Kebun Pulau Raja yang ditumbuhi oleh dongkel anak kayu tersebut.
“Dengan kondisi tersebut, diharapkan kepada Direksi PTPN 4 agar segera melakukan peninjauan ke lokasi PTPN 4 Kebun Pulau Raja tersebut guna melihat kondisinya," harapnya.
Bila perlu, lanjut Zainul, segera lakukan evaluasi terhadap kinerja management PTPN 4 Kebun Pulau Raja tersebut.
Sementara itu Askep PTPN 4 Kebun Pulau Raja, Pradana tidak banyak berkomentar saat dikonfirmasi wartawan.
"Sebenarnya maksud ente itu apaan, pakai kirim - kirim fhoto tanaman segala, " jelasnya melalui via aplikasi Whatsapp. (ded) Editor : Metro-Esa