Kebijakan tersebut diambil pihak Unimed setelah terjadi bentrokan antar mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) dan Fakultas Teknik (FT) di areal Kampus Unimed, Rabu (5/10) malam.
Informasi diperoleh, bentrokan berawal dari pernyataan seorang mahasiswa FT yang tidak pantas didengar oleh mahasiswa FIK Unimed. Akibatnya, baku hantam antarmahasiswa terjadi. Pernyataan tidak menyenangkan hati itu, terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, bentrokan meluas hingga malam hari. Sehingga dilaporkan seorang mahasiswa dari FIK mengalami luka-luka akibat lemparan batu.
Kepala Humas Unimed M Surip mengungkapkan bentrokan tersebut tidak berlangsung lama. Karena, dapat dilerai oleh petugas keamanan kampus yang berkoordinasi dengan Polsek Percut Seituan yang turun ke kampus Unimed.
“Hanya beberapa menit, karena langsung dilerai oleh pihak keamanan kampus,” sebut Surip, kemarin.
Surip mengaku sedang sakit dan istirahat di rumah. Sehingga ia tidak mengetahui persis penyebab bentrokan antar mahasiswa. Namun, pihak pimpinan masing-masing fakultas sudah turun dan melakukan mediasi terhadap mahasiswa bertikai.
“Sudah didamaikan pimpinan Fakultas FIK dan FT,” tutur Surip.
Bentrokan ini tidak menyebabkan kerusakan fasilitas di Kampus Unimed. Namun, Surip mengatakan bila ada mahasiswa melanggar peraturan akan diberikan sanksi tegas. Ia mengungkapkan sejauh ini kondisi Kampus Unimed sudah kembali normal dan kondusif.
Dampak bentrok tersebut, Unimed meliburkan kuliah tatap muka bagi mahasiswa FIK dan FT. Itu diketahui dari beredarnya surat yang ditandatangani dekan, Rabu (5/10). Dituliskan, seluruh perkuliahan dilaksanakan secara daring sejak 6–14 Oktober 2022. Adapun perkuliahan tatap muka akan dilaksanakan kembali sampai adanya surat edaran berikutnya.
Seorang mahasiswa Unimed, Husnul Arifin, membenarkan pascabentrok tersebut pembelajaran tatap muka telah diliburkan.
“Iya Bang, jurusan Olahraga sama Teknik Mesin, Bang (yang bentrok). Dari surat edarannya iya, Bang, dua fakultas itu jadi daring pembelajarannya,” katanya.
Sementara, Kanit Intel Polsek Percut Seituan, Iptu Dimpos Hutabarat membenarkan adanya bentrokan antarmahasiswa di Unimed. Dikatakannya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
“(Terjadi pada) pukul 18.00 WIB, ceritanya sesama orang itu, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Keolahragaan,” kata Iptu Dimpos.
Adapun pemicu dari bentrokan itu dikarenakan perkataan mahasiswa FT yang membuat mahasiswa FIK tidak senang. Hal itu dilakukan saat mahasiswa FIK tersebut sedang melintas.
“Gara-gara olahraga, cuma sambil melintas pulang begitu kan, orang Teknik ini menegur seperti nggak sopan. (Sehingga) bertumbuk sama lempar-lemparan batu gitulah,” katanya.
Akibat bentrokan tersebut, kata Iptu Dimpos seorang mahasiswa dari FIK mengalami luka-luka. “Satu (luka-luka), iya (laki-laki), mahasiswa Olahraga, nggak (parah) hanya lecet saja,” sebutnya.
Dari aksi bentrok itu tidak ada mahasiswa yang diamankan polisi. Iptu Dimpos mengatakan bahwa kedua kelompok mahasiswa tersebut sudah didamaikan oleh wakil rektor (WR) 3, Prof Sahat Siagian dan dekan dari masing-masing fakultas.
“Nggak ada (yang diamankan), sudah didamaikan oleh WR 3 Unimed Prof Sahat Siagian dan dekan masing-masing,” pungkasnya. (gus/mag-3/azw/smg) Editor : Metro Daily