Acara penyerahan santunan terhadap anak-anak yatim piatu tersebut, digelar di Aula Kantor Kelurahan Sioldengan jalan Dewi Sartika, Rantauprapat, Jumat (30/9/2022) siang.
Ketua Panitia Infaq Pasar Gelugur Rantauprapat H Filly Pohan saat ditemui wartawan di lokasi kegiatan mengatakan, 75 anak-anak yatim piatu mendapatkan santunan berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp 600.
H Filly menjelaskan bahwa, uang yang diberikan tersebut berasal dari kemurahan hati para pedagang dan pengunjung pasar Gelugur Rantauprapat yang rela menyisihkan sebagian rezeki untuk mengisi kotak infaq yang ada di sejumlah titik di dalam pasar Gelugur Rantauprapat.
"Adapun uang yang terkumpul selama satu bulan dari kotak infaq tersebut, pada bulan Agustus 2022, sebesar Rp 39.175. 000. Hari ini merupakan kegiatan yang ke 42 kalinya," jelasnya.
Sebelumnya, tambahnya, pihaknya membagikan santunan kepada anak-anak yatim piatu yang berada di Kecamatan Rantau Utara, namun karena adanya permintaan dari warga, akhirnya panitia juga membagikan infaq tersebut kepada anak yatim piatu yang berada di Kecamatan Rantau Selatan.
"Kemarin kita sudah memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu yang berada di Kelurahan Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan," ungkap H Filly.
Adapun nama-nama pengurus kotak infaq pasar Gelugur Rantauprapat yakni, H Filly Pohan (Pedagang Ayam), H Nil Fauzan (Pedagang Ikan), Ibnu Harahap (Pedagang Daging Sapi), Torkis Siregar, Idris Pohan, Hakim Hasibuan, dan Maswan Ritonga.
Acara itu juga diisi dengan ceramah agama Islam oleh Ustad Iben dan doa bersama.
Diantara ceramahnya, Ustad Iben mengajak muslimin untuk selalu memperbanyak sholawat kepada Nabi besar Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Dia menyebutkan, barang siapa yang bersholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu' alaihi wa sallam sebanyak 80 kali, maka akan diampuni Allah Subahanallahu wa taala selama 80 tahun.
"Mari perbanyak sholawat niscaya akan melembutkan hati yang keras. Diantara ciri-ciri hari yang keras yakni, sulitnya menerima nasihat baik dari orang lain," tandasnya.(Bud) Editor : Metro-Esa