Permen tersebut menjadi primadona bagi anak-anak karena bentuk kemasan yang unik serta beragam macam warnanya sehingga dapat menarik perhatian anak anak di usia 4-8 tahun.
Dengan beredarnya video tersebut, tidak sedikit para orang tua di Kota Tanjungbalai yang khawatir.
Loka POM di Kota Tanjungbalai yang merupakan UPT Badan POM yang ada di Tanjungbalai saat di konfirmasi pada Rabu (21/9) melalui HumasFitri mengatakan, untuk kebenaran adanya ulat tersebut di dalam permen itu belum bisa dipastikan benar atau tidak sesuai dengan video yang beredar saat ini.
"Kita belum bisa memastikan kebenaran dari video tersebut, karena kita belum bisa memastikan apakah benar ulat tersebut berasal dari permen atau ulat tersebut diedit oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, atau ulat tersebut dimasukkan kedalam permen yang sudah dilarutkan di dalam air sehingga seolah-olah permen mengandung ulat. Karena, apabila ada ulat dalam permen tersebut, tanpa harus kita rendam airpun pasti sudah terlihat. Apalagi permen tersebut memiliki rasa yang manis (kadar gula tinggi), sehingga kami belum bisa memastikan kebenarannya", kata Fitri.
Fitri juga mengatakan, bahwa saat ini sedang berkoordinasi dengan BPOM Pusat untuk mencari tahu kebenaran video tersebut apakah benar mengandung ulat seperti dalam video.
"Mungkin produk sama, tapi kita kan tidak tahu apakah yang di dalam video permennya sudah kedaluarsa dan kejadiannya pun kita belum tahu pasti dimana sehingga kita harus koordinasi dulu ke BPOM Pusat. Lihat saja pada kemasan apakah memiliki izin edar dari BPOM,”pungkasnya.
Saat awak media dan Loka POM di Kota Tanjungbalai melakukan pengujian dengan cara merendam permen dalam air seperti yang ada dalam video, tidak terlihat satupun ulat maupun cacing seperti yang ramai dibincangkan di media sosial.
Fitri juga berharap para orang tua agar lebih teliti terhadap jajanan yang dibeli untuk anaknya, pastikan bahwa jajanan tersebut memiliki izin edar untuk menjamin keamanannya.(vin) Editor : Metro-Esa