Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Wabup Labura Samsul Tanjung Ajak Stakeholder Cegah Stunting

Metro-Esa • Senin, 12 September 2022 | 18:20 WIB
Foto: Samman/MetroDaily  Bupati Madina saat mengunjungi lokasi bangunan yang terbakar di Panyabungan I, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (18/3/2023).
Foto: Samman/MetroDaily Bupati Madina saat mengunjungi lokasi bangunan yang terbakar di Panyabungan I, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (18/3/2023).
LABURA, METRODAILY – Wakil Bupati Labuhanbatu Utara H Samsul Tanjung ST MH menghadiri acara rapat koordinasi dan konsolidasi percepatan penurunan stunting tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara yang diselenggarakan BKKBN Provinsi Sumatera Utara di aula Hotel Permata Warna, Aek Kanopan, Jumat (9/9).

Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia raya dan mars KB ini turut dihadiri Kepala BKKBN Provsu diwakili Koordinator KSPK Dra Lusi Destriati, Ketua TP PKK Ny. dr Rama Dhona Hendriyanto Sitorus,M.Ked(Ped) SpA, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Ny dr Zuhriani Samsul Tanjung, Kepala DPPKB Erni Malinda Napitupulu, SKM, Kepala Bappeda . Ikhwan Lubis, Kadis Kesehatan Hj Jannah SKM MM, para kepala OPD, Camat, dan kepala Puskesmas.

Wabup Samsul Tanjung menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara secara serius dan optimis dalam upaya penurunan stunting. Dengan telah menerbitkan peraturan Bupati tentang penetapan lokasi prioritas percepatan penurunan stunting Kabupaten Labuhanbatu Utara tahun 2022 dan 2023, membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK), mengaudit Lokus Stunting, dan melakukan MOU bersama penghulu KUA dan pimpinan jemaat gereja tentang pendataan remaja calon pengantin (catin).

"Tidak hanya lintas sektoral, tetapi seluruh stakeholder harus berperan aktif dalam percepatan penurunan stunting di Bumi " Basimpul Kuat Babontuk Elok", sebutnya.

Menurutnya, ada beberapa strategi dalam penurunan stunting yaitu meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan keluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

"Kuncinya pada penanganan stunting ini adalah 1000 hari pertama kelahiran (HPK) pada bayi, sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah dua tahun (Baduta) baik melalui intervensi gizi spesifik, maupun intervensi sensitive perlu terus ditingkatkan", ucap Samsul Tanjung yang juga ketua percepatan penurunan stunting Kabupaten Labuhanbatu Utara. (st/MD) Editor : Metro-Esa
#Wabup Labura #pencegahan stunting #calon pengantin