Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Marga Hutabarat Sibolga-Tapteng Menggelar Aksi 1000 Lilin

Leo Sihotang • Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:16 WIB
Tersangka diamankan di Mapolres Sibolga.
Tersangka diamankan di Mapolres Sibolga.
TAPTENG, METRODAILY- Keluarga Besar Marga Hutabarat Sibolga-Tapteng menggelar aksi 1.000 lilin dan doa bersama atas meninggalnya Brigadir J yang saat ini telah menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Aksi 1.000 lilin yang digelar keluarga besar marga Hutabarat itu berlangsung pada, Jumat (12/8/2022) tepatnya di Tugu Hutabarat, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapteng.

Dalam orasinya, Ridwan Hutabarat selaku Koordinator massa menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kapolri, Ketua Komnas HAM, Ketua Pengacara Brigadir J serta seluruh pihak yang telah memberi atensi atas kasus meninggalnya Brigadir J.

"Perlu kita sampaikan apresiasi dan dukungan kita kepada pemerintah, agar kasus ini terang benderang," ujar Ridwan dalam orasinya.

Ridwan juga mengatakan, bahwa perkumpulan marga Hutabarat se dunia perlu bersatu dalam mengawal kasus kematian Brigadir J dapat dituntaskan dan terungkap dengan seterang-terangnya.

"Kepada perkumpulan hutabat sedunia agar mari kita bersatu sehingga kita kuat. Kami mengharapkan pomparan hutabat memohon agar kasus ini segera dituntaskan dengan terang benderang, sejelas-jelasnya, dan transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi, setuju?" ucap Ridwan yang disambut ratusan warga yang hadir dengan seruan "Setuju".

"Antara rakyat dan pemerintah harus bersinergi, kami sayang polri, sekali lagi kami tegaskan kami cinta bapak kapolri kami mendukung bapak. Semoga permohonan kita ini di dengar bapak-bapak pejabat yang ada di atas sana (pusat,red)," tambah Ridwan.

Sementara, Penasehat Siraja Nabarat, Dewasa Parluhutan Hutabarat pada kesempatan itu dalam arahannya menyampaikan bahwa aksi menyalakan lilin yang dilakukan itu adalah simbol untuk menerangi kasus kematian Brigadir J agar dapat terungkap seterang-terangnya.

"Lilin ini bukan ucapan turut berduka cita, karena sudah capek kita berduka satu bulan ini, tapi lilin ini menjadi pelita untuk menerangi kasus ini agar terang," sebut Dewasa.

Dewasa juga menuturkan, selama 1 bulan keluarga besar marga Hutabarat telah dibelenggu duka atas pembunuhan terhadap Brigadir J.

"Satu bulan kita di dalam duka, karena adanya insident kepada saudara kita marga hutabarat terjadi pembunuhan. Dan itulah sebabnya kita saat ini berkumpul di tempat ini, sudah capek kita berpikir, sudah capek kita nangis saat mengikuti berita matinya saudara kita brigadir J, tapi sudah ada titik terangnya walaupun hanya awal," katanya.

Untuk itu, lanjut Dewasa, ia mengajak seluruh warga yang hadir pada kegiatan itu untuk mendoakan agar kasus pembunuhan Brigadir J cepat terungkap hingga terang benderang.

"Dan bukan hanya kita marga hutabarat yang menginginkan kasus ini terang benderang, tetapi seluruh lapisan masyarakat negeri ini menginginkan hal yang sama," ucap Dewasa sembari mengajak masyarakat juga tetap bijak dalam menyaring informasi di media sosial.

Pantauan, selama berlangsungnya kegiatan aksi 1.000 lilin dan doa bersama itu berjalan dengan lancar sejak diawali dengan pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Puluhan personil dari Polres Tapteng dan Satpol PP Tapteng juga tampak melakukan pengamanan selama berlangsungnya kegiatan itu hingga selesai dengan aman. (dh) Editor : Leo Sihotang
#tapteng #brigadir J tewas ditembak